Main Menu

Airlangga: Golkar akan Terus Perangi Korupsi

Anthony Djafar
01-06-2018 16:48

Silaturahmi nasional partai Golkar (GATRA/Anthony Djafar/yus4)

 

Jakarta, Gatra.com - Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto mengatakan bahwa Golkar akan terus memerangi korupsi dan itu menjadi salah satu program utama partai Golkar ke depan, dengan terbentuknya majelis etik partai Golkar.


“Upaya dilakukan Golkar akan terus memerangi korupsi. Salah satu hal program utama partai Golkar dengan membentuk majelis etik,” kata Airlangga dalam silaturahmi nasional DPP partai Golkar dan DPD Partai Golkar Se-Indonesia, di kantor DPD partai Golkar DKI Jakarta, Cikini, Jakarta, Jumat (1/6).

Airlangga mengatakan bahwa dalam ajang silaturahmi nasional kali ini, sejumlah pengurus DPP dan DPD berkumpul dan juga membahas berbagai hal terkait 20 tahun reformasi, yakni di mana partai Golkar sebelum reformasi bernama partai Golongan Karya dan telah mereformasi diri menjadi partai Golkar.

“Sejak reformasi, Golkar telah mewarnai pengembangan demokrasi, pendidikan politik, juga demokratisasi dan ekonomi. Reformasi telah memberikan esensi demokrasi berupa pemilihan langsung baik Pilpres maupun Pileg. Inti reformasi dengan pembatasan kekausan presiden malalui konstitusi,” katanya.

Golkar juga membahas kata Airlangga menyangkut capaian target pemenangan pemilukada dengan hasil evalusi partai Golkar menargetkan antara 56-60 persen dan sudah menetapkan target untuk pemilu legislatif sebesar 18 persen.

“Berupaya untuk menjalankan pemenangan pemilu presiden sesuai mekanisme dan waktunya,” katanya.

Pembahasan juga menyangkut usulan posisi calon partai Golkar ataupun opsi-opsi mendampingi bapak Presiden Jokowi. Dan partai Golkar tentu akan memperjuangkan hal tersebut pasca pemilukada nantinya.

“Bulat mendukung pemenangan partai Golkar dan mendukung presiden Jokowi (capres priode kedua),” katanya.

Selain itu, lanjut Airlangga pembahasan juga menyangkut beberapa daerah yang menginginkan perkembangan perekonomian termasuk adanya usulan-usulan memperbaiki daftar negatif investasi.

“Kegiatan-kegiatan yang berhubungan langsung dengan masyarakat,” katanya.

Editor: Anthony Djafar

 

Anthony Djafar
01-06-2018 16:48