Main Menu

Wapres JK Apresiasi Dinamika Perubahan Partai Golkar

Anthony Djafar
01-06-2018 20:58

Wapres JK hadiri silaturahmi nasional partai Golkar sekaligus buka puasa di kantor DPD Golkar DKI Jakarta.(Dok. Setwapres/re1)

Jakarta, Gatra.com – Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan bahwa saat ini sangat sulit memisahkan antara partai nasional maupun partai agama.  


“Buktinya, mungkin partai lain (agama) belum mengadakan buka puasa, tapi justru partai Golkar (nasional) sudah menggelar buka puasa. Itu menandakan makin tipis perbedaan itu,” kata Wapres mengawali sambutannya dalam acara buka puasa bersama dengan pimpinan dan seluruh DPD Partai Golkar se-Indonesia, di kantor DPD I Golkar, DKI Jakarta, Jumat (6/1).

Di Indonesia, partai Golkar yang merupakan nasionalis misalnya tidak berbeda lagi dengan partai PPP yang agamis. Sehingga yang menjadi perbedaan suatu partai sekarang ini dilihat dari bagaimana prestasi partai tersebut, bagaimana memberikan konribusi kepada masyarakat, bagaimana memberikan program yang bagus.

“Jadi tergantung dari pengurusnya juga, namun semua tujuannya bekerja bersama-sama membangun bangsa ini,” katanya.

Tak lupa Wapres mengapresiasi keberadaan kantor DPD Golkar DKI Jakarta yang memberikan pertanda baik dan menunjukkan adanya dinamika perubahan dengan meninggalkan masa lalu menuju masa depan.

“Hari ini kita marasa ada semangat baru partai setelah mengalami gelombang yang besar. Mungkin masih ada riak-riaknya. Makanya kita sama-sama perbaiki, sama-sama bekerja sebaik-baiknya karena hanya bekerjasama, suatu partai dapat kembang dengan baik,” katanya.

Sementara itu, ketua umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa dalam ajang silaturahmi nasional kali ini, sejumlah pengurus DPP dan DPD berkumpul dan membahas berbagai hal diantaranya refleksi 20 tahun reformasi.

“Sejak reformasi, Golkar telah mewarnai pengembangan demokrasi, pendidikan politik, juga demokratisasi dan ekonomi. Reformasi telah memberikan esensi demokrasi berupa pemilihan langsung baik Pilpres maupun Pileg. Inti reformasi dengan pembatasan kekausan presiden malalui konstitusi,” katanya.

Golkar juga membahas kata Airlangga menyangkut capaian target pemenangan pemilukada dengan hasil evalusi partai Golkar menargetkan antara 56-60 persen dan sudah menetapkan target untuk pemilu legislatif sebesar 18 persen atau 110 suara.

Pembahasan juga menyangkut usulan posisi calon partai Golkar ataupun opsi-opsi mendampingi bapak Presiden Jokowi. Dan partai Golkar tentu akan memperjuangkan hal tersebut pasca pemilukada nantinya.

“Bulat mendukung pemenangan partai Golkar dan mendukung presiden Jokowi (capres priode kedua),” katanya.

Dalam acara tersebut, Wapres JK berkesempatan jalan-jalan ke lantai 2 meninjau situasi sekaligus melaksanakan salat Magrib berjamaah. Sebelumnya, ketua umum Golkar telah meresmikan penggunaan masjid Golkar DPD DKI Jakarta yang berada di lantai dasar.

Adapun dalam rapat silaturahmi yang menghadirkan sejumlah DPD-DPD itu, selain membahas poin-poin yang dibacakan oleh ketua umum Airlangga, juga beberapa DPD sekaligus meminta Ketua Umum Airlangga Hartarto agar diusulkan sebagai Cawapres mendampingi presiden Jokowi dalam Pilpres 2019 mendatang.

Editor: Anthony Djafar

Anthony Djafar
01-06-2018 20:58