Main Menu

Dibalik Cium Tangan Gatot ke SBY Menurut Demokrat

Wem Fernandez
04-06-2018 14:08

Gatot Nurmantyo bertemu SBY. (Ist/FT02)

Jakarta, Gatra.com-Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan menilai lumrah cium tangan yang dilakukan mantan Panglima TNI Jendral (Purn) Gatot Nurmantyo ke Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Hal tersebut menunjukan ikatan moral yang sangat kuat antara SBY dan Gatot yang pernah berseragam TNI. 

 “Itu hubungan antara senior dan yunior. Karena bagaiamana pun juga Pak Gatot ini pernah dibina oleh Pak SBY. Pak Gatot jadi KASAD di eranya pak SBY. Kemudian yang kedua di TNI itu ikatan moralnya sangat kuat antara junior dan senior. Antara atasan dan anak buah pasukan. Sangat erat,” tegas Syarief di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, (4/6). 

 Dia menambahkan, cium tangan tersebut juga diartikan sebagai hubungan emosional yang kuat antara keduanya.  Dia berharap, hal tersebut jangan diartikan berbeda mengingat nama Gatot juga berpotensi sebagai calon presiden pada 2019 mendatang. “Jadi kemarin momen yang kita saksikan itu menurut saya hubungan emosional antara seorang senior dan junior,” ujar dia. 

 Foto Gatot yang mencium tangan SBY viral dan menjadi pembicaraan warganet. Momen tersebut terjadi saat pertemuan SBY-Gatot dalam acara buka puasa bersama di rumah mantan Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung, Sabtu (2/6) kemarin.

Bagi Syarief, acara tersebut adalah sillahturahmi biasa dalam bulan suci Ramadan. Tidak ada obrolan seputar koalisi, capres  dan cawapres atau rencana Gatot bergabung bersama Demokrat.  “Kita belum bahas soal koalisi. Siapa capres dan cawapresnya. Insya Allah setelah Pilkada lah,” demikian Syarief. 


 


Reporter : Wem Fernandez  

Editor: Rosyid

Wem Fernandez
04-06-2018 14:08