Main Menu

Moeldoko: Ayo Berjihad Menggerakkan Ekonomi Umat

Ervan
09-06-2018 14:27

Kepala Staf Presiden Moeldoko (kedua dari kiri) pada acara peluncuran ‘Tebar Kado Ramadhan dan Mudikmu Aman (GATRA/Ervan Bayu/yus4)

Jakarta, Gatra.com - Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko menyerukan jihad untuk menghidupkan serta menggerakkan ekonomi umat. Ia meminta agar umat Islam bersama-sama melakukan upaya ini dengan pemerintah. Muhammadiyah dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan kalangan Dewan menanggapi positif seruan ini.

Menurut Moeldoko pemerintah saat ini tengah berupaya menggerakkan ekonomi umat. Untuk itu ia menyampaikan terima kasih kepada Lazismu yang ikut berkontribusi besar dalam menghidupkan ekonomi umat. “Menghidupkan ekonomi umat inilah jihad yang benar,” kata Moeldoko.

Memberdayakan orang yang tidak berdaya, membantu orang-orang yang dalam kesulitan, dan mengangkat pendidikan anak-anak kita yang kurang mampu, menurut Moeldoko adalah implementasi dari makna jihad. Seruan ini jiga dinyatakammya dalam acara peluncuran ‘Tebar Kado Ramadhan dan Mudikmu Aman’ yang diselenggarakan Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) di kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Menteng Raya Jakarta, Jumat, (8/5).

Mantan Panglima TNI itu yakin bahwa setiap niat baik akan menemukan jalannya. Sebagai lembaga penyalur, Moeldoko yakin Lazismu bisa menyampaikan bantuan kepada pihak yang benar-benar membutuhkan dan juga bisa mengelolanya dengan baik. Oleh karena Itu, ia bersedia bergabung dan menjadi bagian dari Lazismu.

Senada dengan Moeldoko, Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Muhammad Cholil Nafis, sepakat bahwa jihad yang baik adalah yang bermanfaat bagi orang lain. "Perang di jalan Allah juga merupakan jihad dan nabi telah melakukan itu. jadi apa yang dikatakan (Moeldoko) itu sudah tepat," kata Cholil, kepada wartawan, Sabtu (9/7).

Menurutnya, menolong orang lain merupakan salah satu bentuk jihad. Ia menjelaskan bahwa jihad itu dibagi dua, ada yang untuk diri sendiri dan ada untuk orang lain. Baik itu membantu secara ekonomi, atau dakwah, bahkan mencari nafkah, itu juga merupakan jihad. 

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, di kesempatan berbeda, menjelaskan bahwa Lazismu tidak sekadar menyalurkan bantuan kepada kaum yang berhak serta layak. Tapi Lazismu juga memberdayakan ekonomi umat. 

"Soal ekonomi umat, selain 8 golongan orang yang berhak menerima zakat kita juga menyalurkan untuk bantuan modal bagi orang kecil yang ingin usaha. Kaum marjinal juga menjadi sasaran penyaluran kita," kata Dahnil, Sabtu (9/6).

Oleh karena itu, sambung Dahnil, Lazismu bisa membuat para penerima bantuan naik tingkat. Tidak hanya sekadar menerima bantuan, tapi ke depannya malah mampu menjadi pemberi zakat. 

"Jadi pergerakan ekonomi masyarakat terus maju. Jika ekonomi bagus tentu baik untuk negara," pungkasnya.

Harapan Dahnil terkait pemberdayaan ekonomi umat, juga dirasakan oleh ketua komisi VIII DPR RI, Ali Taher Parasong, yang merasa bahwa Lembaga Amil Zakat sangat berpotensi berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya dalam konteks ekonomi.

Politikus PAN itu berpendapat, Lembaga Amil Zakat yang dikelola oleh ormas keagamaan, seperti Muhammadiyah dan NU bisa lebih memiliki kekuatan yang riil dibanding dengan Lembaga Zakat yang dikelola pemerintah.

"Orang merasa nyaman dengan lembaga (yang dikelola ormas keagamaan) itu, karena manajemennya tidak rumit, kemudian prosesnya mudah, akses mudah, dan fokus kepada pelayanan umat," tuturnya.

Ia mengharpakanagar pemerintah dapat melakukan pengelolaan zakat seperti yang dilakukan oleh ormas keagamaan.


 

Reporter: Ervan Bayu

Editor: Rosyid

 

 

Ervan
09-06-2018 14:27