Main Menu

Polda Sulsel Akan Jemput Paksa Wako Makassar Jika Kembali Tak Hadiri Panggilan

Iwan Sutiawan
11-06-2018 01:50

Walikota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto (Danny Pomanto). (Dok. Pemkot Makassar/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Penyidik Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) akan menjemput paksa Wali Kota (Wako) Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto (Danny Pomanto), jika sudah beberapa kali tidak memenuhi panggilan untuk menjalani pemeriksaan dalam kasus dugan korupsi pemotongan anggaran sosialisasi penyuluhan lingkup Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan kecamatan se-Kota Makassar.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel, Kombes Pol Yudhiawan Wibisono, kepada wartawan, Minggu (10/6), mengatakan, penyidik memanggil Danny Pomanto untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi.

Penyidik sebelumnya memanggil Danny Pomanto untuk menjalani pemeriksaan pada Senin (4/6/2018). Namun yang bersangkutan melalui 4 orang tim kuasa hukumnya menyerahkan surat Nomor 008/TIM-HKM DP/VI/2108, bahwa tidak bisa memenuhi panggilan dengan alasan pengaktifan kembali sebagai Wako Makassar dan ada rapat koordinasi serta konsolidasi kepala SKPD.

Adapun empat orang kuasa hukum Danny Pomanto yakni Adnan Buyung Azis, Mursalin Djalil, Abdul Azis, dan Akhmad Rianto menyampaikan kepada penyidik untuk menjadwal ulang pemeriksaan terhadap kliennya.

"Ini penundaan terhadap pemeriksaan sebagai saksi terkait dengan kasus dana sosialisasi penyuluhan di SKPD dan kecamatan," kata Ahmad Rianto dilansir laman Sulselsatu.

Terkait ketidakhadiran itu, Yudhiawan melanjutkan, itu merupakan panggilan pertama. "Kan pemeriksaan pertama yang bersangkutan tidak datang dan dia minta dijadwal ulang, ya akan kita panggil kembali," ujarnya.

Penyidik, lanjut Yudhiawan, kemungkinan akan melayangkan surat panggilan kedua kepada yang bersangkutan setalah Hari Raya Idul Fitri 1439 H/Lebaran 2018.

"Ya setelah Lebaran, ini panggilan kedua. Laporannya baru dugaan ya, karena nilainya ini belum dihitung berapa saja kerugian, dan menurut dugaan laporan ini hampir semua kecamatan," katanya.

Polda Sulsel mengimbau orang nomor satu di Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar itu memenuhi panggilan dan memberikan keterangan yang sebenarnya. Jika sudah beberapa kali, tidak hadir, penyidik bisa melakukan upaya paksa. "Kalau memang tidak mau datang lagi, kita bakal jemput paksa nanti," ujarnya.


Editor: Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
11-06-2018 01:50