Main Menu

Faktor Penting Penyebab Sukses Mudik Nyaman dan Lancar Versi ASDP

Muchammad Egi Fadliansyah
12-06-2018 22:28

Kepadatan arus mudik di Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten.(ANTARA/Akbar Nugroho Gumay/re1)

Cilegon, Gatra.com - Kepadatan mudik menyambut libur lebaran sudah mulai terasa. Begitu juga halnya dengan ragam transportasi perhubungan yang tersedia. Di antaranya perhubungan laut. Seperti Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) misalnya yang terus menyepurnakan pelayanannya dalam arus mudik tahun ini.

 

Direktur Utama ASDP Ira Puspadewi mengatakan, demi menciptakan mudik yang nyaman dan lancar pada Idul Fitri 2018, pihak ASDP memberlakukan sejumlah straregi baru. Ada beberapa faktor yang harus diperhatikan, pertama, waktu libur yang jauh lebih panjang dibandingkan tahun lalu. Sehingga, pola penumpukan berubah.

 

Untuk diketahui, tambah dia, dari tujuh lintasan arus mudik, sekitar 50 persen ada di Merak-Bakauheni. “Libur yang lebih panjang menyebabkan bila biasanya di hari keempat baru naik, sekarang hari minus 6 sudah naik. Dan tercatat yang signifikan adalah kendaraan roda empat. Jadi ada perubahan pola mudik,” katanya dalam Forum Merdeka Barat (FMB) dengan tema "Puncak Mudik 2018 Guyub, Aman, dan Nyaman" di Ruang Serba Guna Kementerian Komunikasi dan Informatika, Pelabuhan Merak, Banten, Selasa (12/6).

 

Strategi kedua, kata Ira, penjualan tiket online yang terus digalakkan sebagai salah satu strategi mudik 2018. “Ada juga buffer zone di km 43, dan di Hotel Mangkuputra untuk motor. Ini membantu sehingga tidak menumpuk antrean yang panjang di pelabuhan,” tuturnya.

 

Selain itu, lanjutnya, strategi lainnya dengan memanfatkan pengoperasian kapal besar. “Terkait ini, komandan di lapangan harus tahu kapan dioperasikan kapal besar. Selain itu juga dilakukan langkah memperpendek waktu kapal di pelabuhan, yakni rata-rata 1 jam. Ada yang hanya 45 menit. Walau tentu tetap mempertimbangkan keamanan,” ira menjelaskan.

 

Hal lain yang juga dilakukan, sambung dia, yakni memaksimalkan pengelolaan pengendara sepeda motor. Ia menambahkan, pada 2017 saja, ada 21 ribu kendaraan bermotor, sehingga pihaknya kian agresif bersinergi dengan Polri. “Psikologi pengendara motor itu berbeda dengan mobil. Sehingga kami menggelar strategi, memecah pengendara motor dari di dermaga 6 ke ke dermaga-dermaga lain, kalau dilihat keadaan membutuhkan,” katanya.

 

"Saat dialihkan, pihak polisi bawa satu motor untuk menggiring pemudik motor ke dermaga lain,” tambah Ira.

 

Untuk diketahui, pada 2017, saat puncak mudik tercatat yang tertinggi selalu roda dua, yakni mencapai 21 ribu lebih. Sedangkan, pada H-2 jumlah pemudik mencapai 173 ribu lebih. Sedangkan untuk jumlah kapal yang dioperasikan, Ira mengatakan, dikerahkan sebanyak total 217 kapal.


 

Reporter : MEF

Editor : Gandhi Achmad

Muchammad Egi Fadliansyah
12-06-2018 22:28