Main Menu

Kampanye Saat Mudik, Pengamat: Kenapa Tidak?

Aditya Kirana
13-06-2018 17:42

Posko ngopi (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/yus4)

Jakarta, Gatra.com - Momentum seperti arus mudik tentu tidak akan dibiarkan lewat begitu saja oleh para calon kepala daerah yang sedang berkompetisi. Ajakan untuk memilih sudah terpampang lebar di sepanjang jalur mudik.


Menurut Direktur Eksekutif Poldata Indonesia Fajar Arif Budiman, sah-sah saja jika tim pemenangan politik memanfaatkan momentum mudik untuk dijadikan ajang kampanye. “Meskipun sifatnya temporer, kampanye memang sebaiknya dilakukan dengan cara-cara yang manfaatnya dapat dinikmati oleh masyarakat,” ujarnya.


Salah satu contoh yang kerap digunakan calon kepala daerah misalnya membuat posko istirahat mudik di jalur-jalur yang ramai atau membuat program mudik gratis. “Atau mengelola program mudik bareng dengan menyediakan pengawalan untuk pengendara roda dua,” katanya.


Terkait dengan seberapa diuntungkannya kandidat dengan metode kampanye semacam ini, Fajar mengatakan bahwa hal itu sangat tergantung tahap engagement yang sedang digarap.


Menurutnya, jika popularitas masih rendah program ini efektif untuk memperkenalkan entitas politik yang sedang melaksanakan kampanye politik. “Setidaknya program ini juga bisa digunakan untuk menghimpun data calon konstituen untuk kemudian ditindak lanjuti,” ujarnya.


Meski hingga saat ini belum ditemukan kajian yang mengukur efektivitas kampanye dengan pola-pola tersebut, namun tetap saja metode ini banyak digunakan oleh para kandidat kepala daerah.


Reporter : Aditya Kirana

Editor     : Cavin R. Manuputty

Aditya Kirana
13-06-2018 17:42