Main Menu

Hanura Waspadai Pendaftaran Caleg dari Kubu yang Mengatasnamakan Partai

Cavin Rubenstein M.
13-06-2018 18:19

Lambang Partai Hanura (Dok. Gatra/yus4)

Jakarta, Gatra.com - Dualisme kepengurusan partai Hanura masih terasa dampaknya sampai saat ini. Pengurus DPP Hanura di bawah kepemimpinan Ketua Umum Oesman Sapta Odang (Oso) meminta para calon legislatif untuk tidak berhubungan dengan kubu Daryatmo-Sarifuddin Sudding.

 

"Bagi yang sudah terlanjur, diminta menarik diri, atau bahkan melakukan tuntutan hukum karena sudah dirugikan," kata Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Hukum DPP Partai Hanura, Petrus Selestinus, kepada Gatra.com, Rabu (13/6) petang.

Himbauan itu ia sampaikan karena sudah ada surat Komisi Pemilihan Umum (KPU) tertanggal 12 Juni 2018 kemarin, yang ditujukan kepada KPU Provinsi, KIP Aceh. Menurut Petrus, keberadaan surat itu menandakan bahwa KPU terus memantau aktivitas Partai Hanura dan menemukan adanya aktivitas pendaftaran Caleg 2019 yang dilakukan oleh organ atau oknum-oknum mengatasnamakan Partai Hanura. "Itu Partai Hanura yang dibentuk secara ilegal oleh Daryatmo dan Sarifuddin Sudding," kata Petrus lagi.

Menurutnya, keberadaan surat dari KPU itu harusnya bisa menutup pintu rapat bagi DPD/DPW Hanura 'ilegal' sekaligus juga melindungi masyarakat pemegang hak pilih atau yang ingin mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dari Partai Hanura. "Oleh karena itu, diminta kepada masyarakat untuk tidak melakukan hubungan hukum dalam bentuk apapun dengan organ dan oknum-oknum yang mengatasnamakan diri DPP Partai Hanura Pimpinan DARYATMO-SARIFUDDIN SUDDING," pungkas Petrus

 


Editor : Cavin R. Manuputty

Cavin Rubenstein M.
13-06-2018 18:19