Main Menu

Pengamat Apresiasi Kesigapan Kapolri dan Pihak Terkait Penyelenggara Mudik

Iwan Sutiawan
15-06-2018 01:05

Kunjungan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian untuk melihat secara langsung kondisi arus mudik di jalan trans Jawa. (ANTARA/Oky Lukmansyah/RT)

Jakarta, Gatra.com - Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Hamidi Maghfur, menilai kesuksesan penyelenggaraan mudik Lebaran tahun ini merupakan buah kerja sama yang baik antarinstansi, khususnya yang bertanggungjawab atas kelancaran lalulintas dan pengamanan mudik, di antaranya Polri.

Hamidi dalam keterangan tertulis yang diterima Gatra.com pada Kamis malam (14/6), menyampaikan, perencanaan dan koordinasi yang matang, serta infrastruktur transportasi yang mendukung bisa mengatasi titik rawan kemacetan dan kerawanan keamanan.

Menurut Hamidi, kesuksesan penyelenggaraan mudik Lebaran tahun ini yang dilakukan seluruh elemen terkait layak mendapat apresiasi. "Salah satunya mungkin Kapolri ya yang begitu sigap mengantisipasi sejumlah kemungkinan," katanya.

Hamidi menilai Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian sangat cekatan dalam melakukan koordinasi dengan seluruh pihak terkait penyelenggara mudik Lebaran, di antaranya Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Jasa Marga.

Hamidi mencontohkan, ketika kondisi lalu lintas mulai tersendat, tindakan langsung dilakukan untuk mengurai tersendatnya arus lalu lintas, di antaranya penyisiran jalan, penertiban lalu lintas, pemberlakuan contraflow hingga kebijakan maksimum dilakukan Tito dan jajarannya yakni diskresi menggratiskan pembayaran Tol Kertasari jika sudah terjadi antrean cukup panjang.

"Soal keamanaan, Kapolri sangat antisipatif. Nyaring sekali di telinga kita Kapolri perintah tembak di tempat pelaku begal. Termasuk baru-baru ini ada aktivitas penangkapan terduga teroris," katanya.

Perayaan Hari Raya Idul Fitri 1439 H, lanjut Hamidi, merupakan salah satu momen pertaruhan keamanan nasional yang harus betul-betul dijaga. Momen itu dianggap paling rawan terjadinya aksi kriminalitas dan terorisme. "Termasuk rawan dari kejahatan para penimbun beras dan bahan pokok. Ini yang banyak orang lupakan," ujarnya.

Untuk mengantisipasi masalah di atas, lanjut Hamidi, Kapolri juga memasukkan pengamanan kebutuhan pokok hingga upaya stabilitas harga pangan melalui peran Satgas Pangan. Bahkan, Kapolri melakukan operasi khusus stabilitas pangan sejak Ramadan dan telah berhasil menangkap 367 tersangka penimbun pangan dengan 465 kasus.

Meski sejauh ini arus mudik aman dan lancar, Hamidi mengingatkan agar negara dalam hal ini kepolisian tidak terlena. Kesiagaan harus lebih ditingkatkan sampai momentum Lebaran usai dan masyarakat menjalani arus balik. "Ya mudah-mudahan tetap aman lancar ya, itu dambaan kita semua," katanya.


Editor: Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
15-06-2018 01:05