Main Menu

Bukan Cuma Rizieq, Sukmawati Juga di-SP3

Cavin Rubenstein M.
17-06-2018 19:03

Sukmawati Soekarnoputri. (Dok. GATRA/re1)

Jakarta, Gatra.com - Polisi dikabarkan sudah menghentikan proses hukum untuk kasus dugaan tindak pidana penistaan agama yang menjerat Sukmawati Soekarnoputri. Sebelumnya, Polisi juga menghentikan penyidikan kasus chat mesum yang melibatkan tokoh Front Pembela Islam, Rizieq Shihab.

 

Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol. Muhammad Iqbal menegaskan bahwa penghentian proses hukum terhadap Sukmawati itu bukan berupa Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3), karena perkara kasus yang menjerat Sukmawati masih dalam status penyelidikan. "SP3 ini adalah surat perintah penghentian penyelidikan, ya, bukan penyidikan karena perkara masih tahap penyelidikan," kata Iqbal, Minggu (17/6), seperti dikutip dari Antara.

Ia menjelaskan bahwa penyelidikan itu dihentikan karena tidak ditemukan perbuatan melawan hukum atau perbuatan pidana sehingga perkara tersebut tidak dapat dinaikkan ke tahap penyidikan.

Menurutnya, kasus dugaan penistaan agama oleh Sukmawati itu dilaporkan oleh sekitar 30 pelapor, dengan dua laporan yang sudah dicabut oleh pelapornya.

Dalam proses penyelidikan itu sendiri, kata Iqbal, penyidik sudah mendengar keterangan empat ahli, yang terdiri dari ahli bahasa, sastra, agama, dan seorang ahli pidana. Selanjutnya, penyidik sudah melaksanakan gelar perkara dan memutuskan bahwa kasus tersebut dihentikan penyelidikannya karena tidak ditemukan perbuatan pidana.

Laporan dugaan penistaan agama menjerat Sukmawati bermula ketika ia membacakan puisi berjudul "Ibu Indonesia" di ajang Indonesia Fashion Week 2018, yang berlangsung di Jakarta, 29 Maret 2018. Puisi tersebut memicu kontroversi dan protes karena membandingkan konde dengan cadar dan kidung dengan azan.

Setelah timbul polemik, Sukmawati pun memberikan permintaan maaf secara terbuka kepada umat Islam di Indonesia. Putri proklamator Ir. Soekarno itu menjelaskan bahwa dirinya tidak berniat menistakan agama Islam dengan puisi tersebut.


Editor : Cavin R. Manuputty

Cavin Rubenstein M.
17-06-2018 19:03