Main Menu

YPDT Desak Pemerintah Benahi Sistem Transportasi di Danau Toba

Hendry Roris P. Sianturi
20-06-2018 16:07

Yayasan Pencinta Danau Toba.(Dok. GATRA/re1)

Ketua Umum YPDT (Yayasan Pencinta Danau Toba) Maruap Siahaan, menyampaikan duka yang mendalam atas peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia dan luka-luka. “Kami menyampaikan dukacita terhadap keluarga korban meninggal dunia dan berharap korban lainnya dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat," ujarnya.

Maruap mendesak agar pemerintah setempat turut bertanggung jawab atas musibah ini. Dan sesegera mungkin melakukan pembenahan tata kelola transportasi danau, darat, dan udara menuju Kawasan Danau Toba (KDT) dan di sekitar KDT.

“Pemerintah harus hadir lebih nyata di masyarakat untuk mempersiapkan KDT yang ramah, nyaman, dan aman terlebih di tengah-tengah promosi Danau Toba sebagai destinasi wisata internasional,"ujarnya.

Pada Senin (18/6) telah terjadi peristiwa tenggelamnya Kapal Motor Sinar Bangun di perairan Danau Toba. Kapal tersebut tenggelam saat berlayar dari Pelabuhan Simanindo (Kabupaten Samosir) ke Tigaras (Kabupaten Simalungun) sekitar pukul 17.30 WIB. Sejauh ini pencarian korban yang hilang masih dilakukan Tim Gabungan (Basarnas, Kementerian Perhubungan, Polisi, dan TNI) dengan bantuan masyarakat setempat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara Riyadil Akhir Lubis mengatakan, pihaknya telah mendapatkan koordinat yang diperkirakan menjadi lokasi keberadaan kapal tersebut.

Meski demikian, tim gabungan belum menemukan bangkai kapal tersebut. Dalam waktu dekat, tim gabungan akan menurunkan tim khusus, termasuk pasukan marinir yang memiliki kemampuan di air untuk menyelam di koordinat tersebut. "Setidaknya mereka akan menyelam hingga kedalaman 200 meter," ujar Riyadil.

 


Reporter : Hendry Roris Sianturi

Editor : Birny Birdieni

Hendry Roris P. Sianturi
20-06-2018 16:07