Main Menu

Survei LSI: Ridwan Kamil-Uu dan Deddy-Dedi Bersaing Ketat

Ervan
22-06-2018 11:21

Ilustrasi hasil survei pilkada Jawa Barat (ANTARA FOTO/Novrian Arbi/yus4)

Jakarta, Gatra.com - Hasil survei Citra Komunikasi Lingkaran Survei Indonesia (LSI Denny JA) mengungkapkan elektabilitas Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum dan Pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi mengalami penurunan jelang Pilgub Jabar 27 Juni mendatang.

 

Direktur Eksekutif Citra Komunikasi Lingkaran Survei Indonesia Toto Izul Fatah menjelaskan dibanding hasil survei LSI Denny JA pada Maret 2018, pada survei bulan Juni Deddy-Dedi turun enam persen, sedangkan Ridwan-Uu turun 1,3 persen.

"Pada survei sebelumnya, Dua DM (Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi) unggul tipis dengan 43,2 persen disusul pasangan Rindu (Ridwan-Uu) dengan 39,3 persen. Namun, pada survei terbaru ini pasangan Rindu yang juga turun 1,3 persen mulai menyalip Dua DM yang turun sekitar 6 persen," katanya, Jumat (22/6).

Meski demikian, kata Toto, dengan tingkat toleransi dari kesalahan sampel (margin of error) 4,8 persen maka untuk sementara masih sulit untuk menyebut pemenang Pilgub Jawa Barat 2018.

Selain itu, dukungan yang tersebar di aneka segmen demografis seperti suku, agama, usia, pendidikan, tingkat penghasilan, pemilih partai masih belum merata pada kandidat tertentu.

Menurutnya kedua pasangan ini masih sangat mungkin berkejaran saling salip, tergantung pada kemampuan dan kecerdasan masing-masing dalam memanfaatkan sisa waktu kurang lebih tujuh hari ini untuk merebut lahan tak bertuan atau "soft supporter" sebesar 39 persen.

"Siapa yang bisa mengambil suara terbanyak dari `soft supporter` ini, mereka lah pemenangnya. Khususnya, tentu dua pasangan nomor urut satu (Rindu) dan (Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi) empat ini," ujarnya.

Sementara elektabilitas dua pasangan lainnya, yakni Tb Hasanudin-Anton Charliyan (Hasanah) naik menjadi 7,7 persen dan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) naik menjadi 8,2 persen.

"Kenaikan elektabilitas pasangan Asyik dan Hasanah, meskipun belum signifikan, disumbang oleh kenaikan elektabilitas wakil masing-masing, yaitu Ahmad Syaikhu dan Anton Charliyan dengan kenaikan sekitar dua sampai tiga persen," katanya.

Namun, lanjut Toto, meski tren elektabilitas pasangan Hasanah dan Asyik naik, cukup sulit untuk bisa menyalip pasangan Rindu dan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi dalam waktu yang tinggal tujuh hari, kecuali terjadi tsunami politik atau politik uang yang masif.

Survei dilakukan pada tanggal 7 Juni hingga 14 Juni 2018 dengan jumlah responden 440 orang yang dipilih secara acak menggunakan metode multistage random sampling dan wawancara tatap muka.


 

Reporter: Ervan Bayu

Editor    : Cavin R. Manuputty

 

 

Ervan
22-06-2018 11:21