Main Menu

Demokrat Yakin Isu Korupsi Tak Pengaruhi Khofifah-Emil

Andhika Dinata
23-06-2018 11:05

Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (GATRA/Abdul Hadi JM/FT02)

Jakarta-Gatra.com, Menjelang sisa waktu pencoblosan yang tersisa beberapa hari lagi, calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dilaporkan Forum Komunikasi Masyarakat Sipil (FKMS) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Khofifah dituding melakukan pelanggaran tindak pidana korupsi program verifikasi dan validasi Kemensos pada 2015.

 

Partai Demokrat selaku salah satu partai pengusung Khofifah di Jawa Timur menilai laporan tersebut sarat kepentingan dan kental aroma politisnya. Sekretaris Fraksi Partai Demokrat Didik Mukrianto menyebut pelaporan Khofifah sebagai politik kotor dan tidak bermartabat. Didik yang juga anggota Komisi III DPR RI itu menyebut pelaporan kasus yang “mepet” dengan ajang pencoblosan Pilkada sebagai upaya menjegal paslon Khofifah-Emil yang menurutnya berpotensi menang dalam laga Pilkada Jawa Timur.

“Bisa jadi upaya tersebut ditujukan untuk membunuh karakter para pendukung termasuk Khofifah-Emil yang semakin solid membangun koalisi dan mendapatkan kepercayaan rakyat,” tutur Didik dalam keterangan tertulis yang diterima GATRA.com. Menurutnya cara tersebut tidak elegan dan rawan dimanfaatkan oleh lawan politik Khofifah. Meski demikian politisi partai Bintang Mercy itu yakin masyarakat Jatim cerdas dalam menentukan pilihan.

“Masyarakat Jawa Timur sudah paham akan semua peta dan pertarungan yang tidak sehat dan dengan cara kotor yang tidak tertutup kemungkinan akan dilakukan (oknum) untuk menjegal Khofifah-Emil”. Politik menurutnya punya manuver tersendiri, manuver yang tidak sehat biasa dilakukan lawan politik yang disinyalir tidak mampu bersaing secara “fair” dalam kontestasi. “Menurut kami ini menunjukkan tingkat kepanikan yang tinggi karena jagonya lawan berpotensi kalah dan tidak bisa lagi secara rasional (suaranya) ditingkatkan,” tandasnya.


Didik meyakini pasangan Khofifah-Emil akan melaju mulus pada kontestasi Pilgub Jatim. Terlebih lagi pelbagai sigi hasil survei memenangkan pasangan yang diusung oleh partai Demokrat, Golkar, PPP, Nasdem dan Hanura itu. Jatim menurutnya punya karakteristik tersendiri dimana masyarakatnya lebih adem dan cerdas berdemokrasi.

“Alhamdulillah sejak awal rakyat dan pendukung Khofifah-Emil sudah aware akan itu. Jadi kalau ada berita seperti itu (korupsi) sudah tidak mengagetkan lagi. Menurut saya itu cara kacangan, cara kuno dalam berdemokrasi dan [masyarakat] tidak akan termakan,” pungkasnya.



Reporter : Andhika Dinata

Editor     : Cavin R. Manuputty

 

 

 

Andhika Dinata
23-06-2018 11:05