Main Menu

Gunung Agung: Magma Terindikasi Bergerak Ke Permukaan

Rosyid
29-06-2018 10:56

Abu vulkanis Gunung Agung. (ANTARA/Nyoman Budhiana/FT02)

Denpasar, Gatra.com - Gunung Agung terus mengeluarkan asap dan abu vulkanik sejak Kamis siang kemarin hingga Jumat (29/6) dinihari. Hujan abu terpantau dikawasan barat hingga barat daya pulau Bali. Data satelit Himawari BMKG menutupi ruang udara Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Menurut data yang dirilis Badan Nasioanl Penanggulanan Bencana (BNPB) Indonesia, Jumat (29/6) pagi, Gunung Agung masih menyemburkan abu vulkanik dengan tinggi kolom abu mencapai 2500 meter. Kawah menyala api berwarna kemerahan dengan intensitas stabil. Sejauh ini status masih Siaga (level 3).


Alat seimograf Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana dan Geologi (PVMBG) masih merekam gempa mikro yang mengindikasikan adanya pergerakan magma ke permukaan.

"Secara seismik teramati peningkatan amplitudo seismik secara cepat dalam tempo 12 jam terakhir. Kegempaan didominasi oleh gempa-gempa dengan konten frekuensi rendah yang dimanifestasikan di permukaan dengan hembusan mengeluarkan emisi gas dan abu vulkanik," demikian pernyataan BNPB melalui tweet.

Wilayah yang terpapar hujan abu sejauh ini adalah Purage, Penempatan Rendang, Keladian, Besakih, Br. Beluhu, dan desa Suter. Kawasan itu terpapar debu karena pergerakan angin yang menuju kawasan barat. Radius berbahaya tetap 4 km daripada puncak kawah. Warga setempat sudah bergerak mengungsi secara mandiri.

Tercatat 309 pengungsi ditampung di 3 titik pengungsian yaitu Dusun Tegeh Desa Amerta Bhuana, Banjar Dinas Galih Desa Jungutan dan Banjar Desa Untalan Desa Jungutan Kabupaten Karangasem.



Editor: Rosyid

Rosyid
29-06-2018 10:56