Main Menu

Bupati Samosir Ungkap Kedatangan Ratna Sarumpaet ke Danau Toba Bermuatan Politis

Hendry Roris P. Sianturi
03-07-2018 13:31

Bupati Kabupaten Samosir, Rapidin Simbolon. (Dok. Wikipedia/Bermanhot/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Bupati Kabupaten Samosir, Rapidin Simbolon menegaskan bahwa maksud kedatangan aktivis Ratna Sarumpaet ke Danau Toba, bermuatan politis. “Tiba-tiba datang, itu kan muatan politis,” ujarnya sehabis rapat dengan Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan di Kantor Kemenko Maritim, Selasa (3/7).

Rapidin mengatakan, Ratna Sarumpaet tidak pernah diundang untuk mengadvokasi masyarakat korban KM Sinar Bangun. “Nggak [pernah] diundang. Dia datang atas inisiatif sendiri,” ujarnya.

Menurut Rapidin, Ratna tidak memiliki etika sebagai warga negara. Karena tiba-tiba, Ratna membuat gaduh. Padahal saat itu, aparat pemerintah sedang melaksanakan rapat dan berdialog dengan masyarakat. “Bu Ratna kan baru kemarin datang. Persoalannya sudah dua minggu yang lalu. Etis nggak, dia mau mencampuri masalah itu,” katanya.

Rapidin juga membantah berhentinya evakuasi pencarian dan pengangkatan jenazah korban KM Sinar Bangun. Menurut Rapidin, pemerintah masih melanjutkan evakuasi. “Masih terus lanjut. Tapi ada pengurangan pasukan,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan terlibat adu mulut dengan aktivis Ratna Sarumpaet di Posko Pencarian KM Sinar Bangun, sekitaran Danau Toba, Sumatera Utara. Ratna yang mengklaim mewakili warga setempat, menginginkan agar evakuasi jenazah korban KM Sinar Bangun tetap dilanjutkan.


Reporter: Hendry Roris Sianturi
Editor: Iwan Sutiawan

Hendry Roris P. Sianturi
03-07-2018 13:31