Main Menu

Curhat Lucky Hakim Pasca Pindah ke NasDem; Diancam Hingga Nyetor Uang ke PAN

Wem Fernandez
04-07-2018 13:24

Lucky Hakim. (Ist/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Artis sekaligus politisi, Lucky Hakim membantah jika dirinya 'dibajak' oleh partai NasDem dengan iming-iming uang miliaran rupiah untuk pindah dari Partai Amanat Nasional (PAN). Kepindahannya ke partai NasDem karena memang dipecat oleh PAN.

"Saya tidak dibajak (NasDem) tapi saya dipecat sama PAN. Di PAW (Pergantian Antar Waktu) sama PAN tanggal 31 Januari 2018. Pemecatan itu ada di rapat pleno harian DPP PAN pada 31 Januari," kata Lucky di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, (3/7).

Lucky menambahakan, alasan pemecatan karena dituding mencuri suara dari Intan Fitriana, kader PAN yang juga menggantikan posisi Lucky di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) saat ini. Kasus ini pada 2014 lalu sudah dibawah ke ranah hukum.

"Saya dituduh mencuri suara penyelenggara pemilu. Saya ini kan artis yang hijrah ke politik. Mana tau yang seperti itu? Enggak ngerti! Boro-boro nyuri suara, cara dapet suara saja dulu saya tidak tahu strateginya. Hanya benar-benar silahturahim saja. Karena suara saya sangat unggul," kata Lucky.

Pasca keterpilihannya melalui Dapil VI Jawa Barat, Lucky juga mengaku sering didesak untuk mundur sebagai anggota DPR. Tentu saja desakan ini ditolak karena ia merasa memiliki hak suara dari masyarakat.

"Saya bilang bukan begini caranya. Kalau merekrut artis, harus fair. Jangan setelah jadi lalu diambil, dipecat. Karena saya public figure, saya melawan. Dan takut saya nanti datang ke TV, diwawancara, akhirnya enggak apa-apa lah dibiarkan dulu. Akhirnya saya dilantik," terang Lucky.

Saat duduk sebagai anggota dewan, Lucky mengaku sering diancam untuk di-PAW, padahal dirinya tidak pernah melakukan kesalahan. Pada tahun ketiga (2017) akhirnya dia mendapatkan surat PAW tersebut.

"Di tahun ketiga saya dipecat, karena saya pikir wah kalau begini sudah enggak bener caranya nih. Saya rasa belum lagi setoran-setoran yang harus saya masukkan setiap bulannya. Setoran partai, kan ada buktinya. Saya punya buktinya setoran itu," terang dia.


Reporter : Wem Fernandez 

Editor: Rosyid

Wem Fernandez
04-07-2018 13:24