Main Menu

Kemensos Gelar Puncak Hari Lansia 2018 di Jogja

Mukhlison Sri Widodo
05-07-2018 04:32

Menteri Sosial Idrus Marham. (GATRA/Arif Koes/FT02)

Yogyakarta, Gatra.com - Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta terpilih sebagai tempat puncak peringatan Hari Lanjut Usia (Lansia) Nasional ke-22 pada Kamis 5 Juli 2018 yang digelar oleh Kementerian Sosial (Kemensos).

 

Acara tersebut dilaksanakan di lapangan Pasukan Khas TNI AU. Di acara ini, Kemensos akan menyerahkan draf perubahan UU Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lansia kepada Komisi VIII DPR RI.

Menteri Sosial Idrus Marham menerangkan  acara ini akan dihadiri Menteri Kordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani dan Ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher Parasong.

“Peringatan puncak Hari Lansia ini ingin kami jadikan momentum evaluasi terhadap UU Lansia yang kami lihat sudah ketinggalan jaman,” kata Idrus, Rabu (4/7).

Di acara ini akan diberikan penghargaan dan bantuan kepada para lansia berprestasi. 

Dengan begitu, kegiatan ini juga akan menjadi momentum untuk menguatkan peran para senior dan pejuang bangsa yang berusia lanjut.

Dalam draf revisi UU ini, Idrus menyatakan ada tiga hal penting yang  dimasukkan berdasarkan usulan masyarakat.

Pertama, menempatkan para lansia pada posisi yang kuat sebagai penyangga pembangunan bangsa. 

Kedua, menempatkan para lansia sebagai pengawas nilai-nilai dan budaya bangsa yang semakin luntur. 

Terakhir,  menjadikan para lansia sebagai inspirator dan motivator bagi generasi muda dalam membangun bangsa.

“Sebagai Mensos, saya melihat saat ini sikap dan perilaku yang ada di tengah masyarakat sudah tidak lagi menunjukkan sikap menghormati para orang tua. Ini sesuatu yang bertentangan dengan budaya Indonesia,” katanya.

Karena itu, kata Idrus, acara yang akan dihadiri 5.000-an peserta ini juga menjadi ajang untuk menyuarakan kondisi tersebut.

Mensos berharap, perubahan UU Lansia mencermikan peran dan posisi lansia dengan pola pikir yang berbeda. 

Ia mencontohkan, pemberian bantuan kepada lansia tidak akan lagi berpatokan pada pola pikir mengasihani, melainkan menempatkan para lansia sebagai senior yang mampu memberikan contoh pada generasi muda.

Mendampingi Mensos, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Edi Suharto memprediksi pada 2025 jumlah lansia mencapai 33 juta jiwa atau sekitar 11 persen penduduk Indonesia.

“Dari sensus penduduk nasional 2017, jumlah lansia, yakni yang berusia 65 tahun lebih, sebanyak 23,4 juta jiwa atau 8,9 persen. Ini akan menjadi tantangan bagi negara bagaimana memperhatikan mereka,” jelasnya.

Menurut Edi, penghargaan kepada para lansia di peringatan Hari Lansia sesuai peran dan posisi mereka. Penghargaan ini merupakan amanat yang harus dilaksanakan oleh pemerintah.


Reporter : Arif Koes
Editor : Mukhlison 

Mukhlison Sri Widodo
05-07-2018 04:32