Main Menu

Jokowi Terima Al-Quran Sulaman Terpanjang Dunia dari Pengusaha Malaysia

Hendry Roris P. Sianturi
12-07-2018 09:51

Presiden RI Joko Widodo menerima mushaf Al-Quran Sulaman raksasa dari pengusaha Malaysia, Tan Sri Lee Kim Yew di Istana Negara. (Dok/Biro Pres/RT)

Jakarta, Gatra.com - Presiden RI Joko Widodo menerima mushaf Al-Quran sulaman raksasa dari pengusaha Malaysia, Tan Sri Lee Kim Yew di Istana Negara, Rabu (11/07). Menurut Jokowi, pemberian Al-Quran sulaman itu merupakan bentuk penghargaan kepada Indonesia.

 

“Saya melihatnya ini sebagai apresiasi dan penghargaan untuk kita dengan penduduk muslim terbesar,” ujarnya.

Utusan Khusus Presiden untuk dialog dan kerja sama antaragama dan peradaban, Din Syamsuddin menceritakan, tadinya Lee Kim Yew hendak memberikan Al-Quran sulaman terpanjang di dunia tersebut kepada raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud.

“Tapi begitu ketemu saya, saya bujuk. Ternyata alasan saya cukup kuat. Lebih bagus serahkan kepada presiden negara dengan penduduk mayoritas di dunia,” kata Din.

Kata Din, hibah Al-Quran sulaman itu adalah simbol keberagaman. Pasalnya, Lee Kim Yew merupakan penganut Konghucu. “Dan ini pengakuan kepada Presiden Indonesia, sebagai presiden negara dengan penduduk muslim mayoritas di dunia,” katanya.

Total panjang Al-Quran sulaman dari Lee Kim Yew ini 450 meter dengan rata-rata per juz panjangnya 17 meter. Al-Quran Sulaman disimpan dalam dua peti yang terbuat dari kayu pilihan berdesain China. “Yang tidak bisa dimasuki semut maupun serangga. Beliau memberikan mushaf ini dengan hati yang tulus,” ujar Din.

Al-Quran sulaman menggunakan campuran satin dan kain sutra. Benang sulaman berwarna-warni dengan jenis pure silk satin. Penggulung kain Al-Quran Sulaman terbuat dari marmer. Pengait gulungan terbuat dari tulang sapi.

“Mushaf ini pertama dan satu-satunya di dunia, ditulis dan disulam secara indah. Sulaman tangan selama tiga tahun. Benangnya pun dipilih benang terbaik yang bisa tahan lama. Kainnya pun, dipilih kain terbaik,” kata Din.

Adapun para penyulam merupakan perempuan dari komunitas muslim di Haiyuan, Ningxia, China. Sedangkan pembiayaannya, berasal dari Organsiasi Sosial Malaysia, Cheng Ho Multiculture Education Trust. Berapa biaya yang dikeluarkan untuk membuat Al-Quran sulaman ini? “Nggak tahu berapa milyar kalau dirupiahkan,” tutup Din.

Reporter: Hendry Roris Sianturi

Editor: G.A. Guritno

Hendry Roris P. Sianturi
12-07-2018 09:51