Main Menu

Keberhasilan Divestasi Freeport Berpotensi Besar Naikan Elektabilitas Jokowi

Hendry Roris P. Sianturi
12-07-2018 18:29

PT Freeport Indonesia (Dok. Gatra/RT)

Jakarta, Gatra.com - Upaya menasionalisasi PT Freeport Indonesia (PTFI) tinggal selangkah lagi.Pemerintah Indonesia dan Freeport McMoran akhirnya meneken kesepakatan awal (Head of Agreement/ HoA) peralihan saham mayoritas 51% saham PTFI kepada Indonesia.

 

Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari mengatakan, isu Freeport memiliki daya sensitifitas terhadap elektabilitas Jokowi di Pilpres 2019.

Karena, isu Freeport berkaitan dengan aspek nasionalisme dan ekonomi. Freeport juga menjadi isu strategis di setiap rezim pemerintahan Indonesia.

“Kalau persoalan nasionalisme, begitu saham Freeport dikuasai oleh Indonesia, dengan demikian, itu akan positif sekali bagi pemerintahan Jokowi-JK. Artinya kedaulatan bangsa Indonesia di persoalan Freeport itu dominan,” ujarnya kepada GATRA, (12/07).

Penilaian Qodari, publik akan beranggapan pengambilalihan Freeport merupakan pencapaian, yang selama ini tidak bisa dilakukan presiden-presiden sebelumnya.

“Karena dari zaman Pak Soeharto, ganti presiden sampai zaman Pak SBY, hal semacam itu tidak tercapai. Dan tercapainya di zaman Pak Jokowi,” ujarnya.

Sementara dari aspek ekonomi, pemerintah perlu mensosialisasikan pencapaian ambil alih Freeport secara jelas. Tujuannya, agar tidak menjadi buah simalakama bagi pemerintahan Jokowi.

Qodari menilai, pihak oposan sering mengkampanyekan isu-isu negatif dan kontra tentang proses ambil alih Freeport.

“Misalnya, ngapain pemerintah Indonesia melakukan divestasi sekarang. Tunggu saja pas kontraknya habis. Kan gratis. Kalau sekarang, pemerintah Indonesia malah harus membayar besar. Nah, argumentasi ini masih muncul. Makanya penjelasan ekonomi ini harus lebih gamblang dan meyakinkan kepada masyarakat,” urainya.

Qodari juga menyampaikan, jika pencapaian kesuksesan ambil alih Freeport digaungkan secara masif ke masyarakat, maka elektabilitas Jokowi bisa melonjak.

“Secara hipotesis, harusnya (elektabilitas) berpotensi besar sekali naik. Karena pemerintahan Jokowi ini selama ini titik serangnya itu dianggap kurang berdaulat. Kurang berani berhadapan dengan Amerika ataupun China. Divestasi saham Freeport ini menunjukkan bahwa pemerintah Jokowi punya fighting spirit dan daya tawar yang besar dalam menjaga kedaulatan Republik Indonesia,” ujarnya.


Reporter : Hendry Roris Sianturi
Editor : Mukhlison

Hendry Roris P. Sianturi
12-07-2018 18:29