Main Menu

Kejar Kelompok Bersenjata, Polda Papua Bantah Kabar Lakukan Pengeboman di Nduga Papua

Andhika Dinata
12-07-2018 20:55

Ilustrasi.(Shutterstock/re1)

Jakarta, Gatra.com - Pasca serangkaian kasus penembakan yang terjadi di Kabupaten Nduga, Polda Papua terus melakukan pemburuan intensif terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang ada di wilayah tersebut,. Kasus terakhir terjadi ketika Helikopter Polri yang membawa bahan makanan ditembaki KKB, Rabu kemarin (11/7). Baku tembak tak bisa dihindari antara personil BKO Brimob Polri dengan Kelompok Kriminal Bersenjata.


Namun, belakangan muncul isu di media sosial, yang mengatakan adanya aksi pengeboman yang dilakukan aparat keamanan dalam upaya menangkap KKB di wilayah tersebut.  Kepolisian melalui Polda Papua membantah kabar tersebut.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Komisaris Besar Polisi Ahmad Mustofa Kamal dalam keterangannya menyebutkan, tidak ada peristiwa pengeboman yang dilakukan oleh aparat untuk melumpuhkan KKB seperti yang diberitakan. Menurutnya kabar tersebut tidak benar dan dapat memanaskan situasi serta memunculkan spekulasi publik.

“Dipastikan pada peristiwa kemarin tidak ada penembakan dari Helikopter kepada Kelompok Kriminal Bersenjata apalagi pengeboman,” terang Kamal. Menurutnya pengoperasian Helikopter polri di wilayah tersebut untuk membawa bahan makanan dan mengevakuasi korban.

Menurutnya gambar yang dimunculkan di media sosial bukan kondisi terkini situasi yang terjadi di Kabupaten Nduga, Papua.“Terkait beredarnya isu pemboman yang berkembang di media sosial itu tidak benar karena peristiwa (yang diperlihatkan) itu tidak lain kebakaran hutan di Provinsi Kalimantan Tengah dan hari ini situasi di Kabupaten Nduga dalam keadaan aman dan kondusif”.

Sebelumnya Nduga memang dilingkupi rasa mencekam. Pada Jumat (22/6), terjadi penembakan terhadap pesawat Dimonim Air asal Timika dengan pilot Capt. Kasta Gunawa dan Co-Pilot Irena Nur Fadila yang membawa 17 personil BKO Brimob Pam Pilkada Gubernur Papua. Akibat kejadian itu pergelangan kaki kanan Co pilot terkena serpihan peluru dan bagian depan pesawat rusak terkena tembakan.


Selanjutnya penembakan kembali terjadi selang satu hari jelang pemungutan suara Pilkada Papua (25/6) di Bandara Kenyam, Nduga, Papua. Serangan yang diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata itu menimpa  pesawat Twin Otter Trigana Air PK-YRU rute Wamena–Keneyam. Pesawat tersebut membawa 15 orang anggota Brimob BKO Kabupaten Nduga untuk melaksanakan pengamanan Pilkada di Kabupaten Nduga.


Akibat peristiwa penembakan tersebut tiga warga sipil meninggal dunia dan satu orang anak mengalami luka berat. Sementara Capt. Pilot Ahmad Abdillah Kamil (27) mengalami luka tembak di bagian punggung dan luka serpihan di kepala belakang.



Reporter : Andhika Dinata

Editor: Hendri 

 

Andhika Dinata
12-07-2018 20:55