Main Menu

Pengamat: Pemerintah Berhasil Bangun Konektifitas

Muchammad Egi Fadliansyah
17-07-2018 10:53

Program Prioritas Nasional Pemerintah. (Dok. Kementerian PPN/Bapenas/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Peneliti Para Syndicate Kusnanto Anggoro mengatakan, kebijakan pemerintah dapat dilihat dari road map dan proses menuju road map tersebut. Menurutnya, pemerintah Jokowi-Jusuf Kalla telah mencanangkan road map Indonesia, terutama terkait hal konektivitas. “Yang salah satu tafsir memang itu terkait dengan infrastruktur, jalan raya, maupun perhubungan lainnya seperti darat, laut dan udara,” katanya kepada GATRA, Selasa (17/07).

 

Meski begitu, kata Kusnanto sapaan akrabnya, interkonektivitas makna tidak melulu terkait fisiknya, melainkan ada juga menyangkut pembangunan manusianya. Pasalnya, dengan interkonektivitas aktivitas dan interaksi komunikasi akan jadi lebih mudah. Sehingga  ia melihat itu sebagai landasan indeologi yang sangat kuat untuk mengintegrasikan Indonesia.

Apalagi, ia mencontohkan, Eropa bersatu sejak tahun 1991 dimungkinkan antara lain dan utama karena kedekatan konektivitas yang tinggi, sehingga memungkinkan orang Eropa Timur dengan sedikit biaya bisa sampai ke Eropa Barat. “Jadi tanpa konektivitas sulit untuk menyatukan Indonesia yang amat luas ini. Itu nanti hanya imajinasi saja,” ujarnya.  

Selanjutnya, ia bilang, jika berbicara konseptual, sebagaimana diketahui apabila Indonesia merupakan negara besar karena posisi strategisnya di antara dua benua dan dua samudra dan populitas penduduknya yang besar. Namun, ia melihat lain, dengan kemajuan teknologi posisi geografis tidak terlalu penting. Menurutnya, konsep interkonektivitas menjadi ide dan gagasan yang paling penting. Terlebih, secara akademis konsep ini penting, karena dapat menjelaskan dengan perpektif berbeda tentang posisi strategis kedudukan Indonesia.

 “Kalo dulu kan seringnya dikonsepkan secara literal, sebagai konsep geografi katakanlah posisi silang seterusnya dan seterusnya,” ucapnya.

 Oleh karena itu, ia menilai, pemerintah saat ini sudah memiliki visi yang bagus, meskipun belum memiliki landasan akademik yang kuat. Akibatnya, ia melihat, ada jarak antara narasi yang disampaikan pemerintah dengan program-program yang hendak dicapai pemerintah. “tapi ini wajar-wajar saja. Tapi dua hal itu, yang membedakan pemerintah Jokowi dan sebelumnya,” jelasnya.

Boleh jadi, lanjutnya, konsep integritas dan Indonesiasentris sulit ditemukan pada tokoh nasional lainnya. Walaupun menurutnya, pada sosok Prabowo Subianto konsep nasionalis juga ada, namun lebih narasi tentang kebesaran Indonesia saja. Sedangkan pemerintah saat ini, menurunkan narasi-narasi kebesaran itu dengan program-program yang sifatnya teknokratik. Karena itu, menurutnya, pemerintah berhasil menafsirkan posisi strategis Indonesia, melalui konsep konektografi.

Lebih lanjut, menurut ia, dengan adanya konsep konektrografi inilah yang menjadi acuan bagi kementerian untuk membuat suatu rencana program kerjanya. Adapun hasilnya, menurutnya sudah mulai dirasakan, walaupun memang belum semuanya merata dan signifikan. Yang paling dirasakan, misalnya, sudah mulai menurunnya cost logistic. “Index logistik kita naik, dalam dua tahun terakhir. Itu kan konkret, jadi beberapa hal yang tadinya tidak mungkin bisa diselesaikan, segera sudah mulai ada ruang ke arah perbaikan. Saya ini ini penting, karena akan mempunyai impuls konsekuensi jangka panjang,” paparnya.

Dosen Program Pasca Sarjana Universitas Indonesia ini juga bilang, bila pemerintah ini berlanjut hingga 2024, Indonesia sudah memiliki landasan yang cukup sulit untuk menjadi poros maritim. Meskipun tentunya dengan beberapa catatan, terumata terkait keamanan dan keselamatan. Apalagi, ia juga mempertanyakan terkait insiden di wilayah perhubungan laut yang akhir-akhir ini sering terjadi. Walaupun, menurutnya, pada beberapa kasus, seperti Danau Toba misalnya, pemerintah tidak cukup baik komunikasi menjelaskan ke publik terkait kondisi dan situasi sessungguhnya, sehingga memantik kontroversial.

 

Reporter: ME

Editor: Rosyid

Muchammad Egi Fadliansyah
17-07-2018 10:53