Main Menu

Zonasi Sekolah, Perlu Pemerataan Guru dan Sekolah

Annisa Setya Hutami
18-07-2018 14:56

Mendikbud Muhadjir Effendy. (ANTARA/Hafidz Mubarak A/yus4)

 

Jakarta, Gatra.com - Penerapan zonasi sekolah perlu mempertimbangkan beberapa hal. Khususnya mengenai kesesuaian sekolah dan guru. Jangan sampai anak tidak dapat mendaftar karena tempat tinggal berada di radius yang jauh dari sekolah.

Menanggapi keluhan masyarakat, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy mengatakan, nantinya terdapat regrouping. Ini untuk mengatasi ketimpangan kuota. Semisal terdapat sekolah yang kelebihan siswa. Sedangkan di sekolah lain kekurangan siswa.

"Sebenarnya sistem zonasi ini memiliki manfaat. Mencegah SDM berkualitas di suatu wilayah. Jadi tidak ada lagi kastanisasi sekolah. Tidak boleh ada rivalisasi. Justru ini guna menciptakan pemerataan," katanya pada Rabu (18/7) dalam acara Forum Merdeka Barat 9.

Ia juga telah memikirkan untuk melakukan pemerataan tenaga pengajar. Guru akan didistribusikan dari satu daerah ke daerah lain. Terdapat rotasi sehingga tenaga pendidik tidak selalu berada di zona nyamannya.

"Saya pernah melihat di suatu sekolah yang gurunya menumpuk. Sehingga mereka menambah kelas. Namun, di tempat lain ada yang guru rata-rata masih honorer dan sangat minim jumlahnya. Ini yang harus diatasi," tuturnya.

Anggota Ombudsman, Ahmad Suaidi menyetujui akan hal tersebut. Yang perlu diperhatikan yaitu mengenai blank spot area. Tidak seluruhnya dapat disesuaikan, sehingga diperlukan keputusan atau penetapan tindakan (diskresi).

" Saya pernah lihat beberapa sekolah favorit terkumpul dalam satu wilayah. Selain guru, perlu pemetaan sekolah. Bila perlu ada pembangunan," ucap Suaidi.


Reporter: ASH
Editor: Iwan Sutiawan

Annisa Setya Hutami
18-07-2018 14:56