Main Menu

LIPI : Hanya 20% Masyarakat Akses Berita Politik

Birny Birdieni
19-07-2018 12:50

Rilis penelitian mengenai Partisipasi Kepemimpinan Politik dan Masa Depan Demokrasi di Jakarta, Kamis (19/7). (GATRA/Birny Birdieni/FT02)

Jakarta, Gatra.com- Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyebutkan bahwa hanya empat dari 10 orang yang tertarik untuk mengikuti berita politik maupun pemerintahan. Lalu hanya 20% saja yang sangat sering ataupun sering membicarakan masalah politik dengan orang lain.

"Bayangkan akan kinerja legislatif dan pemerintah, hanya sedikit yang tertarik terhadap itu," ungkap Peneliti LIPI Wawan Ichwanuddin dalam rilis penelitian mengenai Partisipasi Kepemimpinan Politik dan Masa Depan Demokrasi di Jakarta, Kamis (19/7).

Kesimpulan itu berdasarkan hasil survei yang dilakukan terhadap 2.100 sampel di 34 provinsi selama kurun waktu 26 April - 9 Mei 2018 lalu. Riset bermetode Multistage Random Sampling ini memiliki margin of eror 2,14% dengan sebaran responden pria dan wanita 50%.

Akan tetapi dibalik kondisi itu, Wawan menjelaskan bahwa mayoritas publik sebanyak 74% merasakan kalau pendapat mereka sebenarnya harus didengarkan oleh pemerintah dalam pembuatan kebijakan.

Namun hanya sebagian besar saja yang merasa suara mereka didengar.  "Hanya 43% merasa pejabat pemerintah akan memberikan perhatian kalau mereka menyampaikan keluhan," ungkapnya.

Meski demikian survei ini menyebut bahwa dua pertiga publik masih yakin kalau partisipasi mereka dalam pemilu itu turut menentukan dalam memilih pemimpin yang baik.

"Ada ekspektasi tinggi tapi orang merasa tidak dianggap. Dengan angka timpang itu menarik melihat bahwa orang makin apatis bisa jadi faktor yang mendorong posisi dalam politik," ungkap Wawan.

Peneliti senior LIPI, Syamsuddin Haris menilai survei tersebut mendapat efikasi atau tingkat kepercayaan yang tinggi. "Survei menggarisbawahi hal itu menjadi modalitas demokrasi. Penting bagaimana suara didengar oleh elite dan bagaimana keyakinan publik akan mengubah sesuatu itu menjadi hal luar biasa," ungkapnya.

 


Editor : Birny Birdieni

Birny Birdieni
19-07-2018 12:50