Main Menu

Rizieq Shihab Instruksikan Tenggelamkan Banteng, Begini Respon PDI Perjuangan

Wem Fernandez
20-07-2018 13:36

Masinton Pasaribu.(ANTARA/yus4)

 

 

Politikus PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu tidak yakin ‘gulingkan dan tenggelamkan banteng’ merupakan instruksi langsung dari Rizieq Shihab. Instruksi yang berasal dari ulama menurut pemahaman Masinton, selalu menganjurkan silahturahmi dan persaudaraan. 

 

 

“Enggak yakin kalau itu instruksi ulama. Karena instruksi ulama pasti selalu menganjurkan silaturahim, persaudaraan dan rahmatan lil alamin,” jelasnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat, (20/7). 

 


Instruksi ‘tenggelamkan banteng’ disampaikan sebelumnya oleh Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) Slamet Ma’arif menanggapi pencalonan kuasa hukum Habib Rizieq Shihab, Kapitra Ampera. 

 


Kapitra maju sebagai caleg dari PDIP mewakili daerah pemilihan (Dapil) Sumatra Barat. Menurut Ma’arif, berdasarkan komando Rizieq, tidak akan mendukung siapapun yang disung oleh kelompok penista agama, termasuk PDI Perjuangan. Dengan pencalonan ini semakin jelas menunjukan siapa yang taat dan berkhianat. 

 


“Kami yakin bahwa agenda nasional Pemilu 2019 (pileg dan pilpres serentak) nanti menjadi bagian tonggak sejarah kenegaraan kita dengan tanpa mendikotomikan antar sesama elemen bangsa. PDI Perjuangan memiliki tujuan perjuangan yang sama dengan berbagai elemen bergotong-royong bersama utk memajukan dan mengutamakan kesejahteraan rakyat Indonesia termasuk juga dengan PA 212,” kata Masinton. 

 


Terpisah, Ketua DPP PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno menambahkan, tak tepat menyebutkan PDI Perjuangan seperti itu. Sebagai parpol, ada tiga jati diri yang dijunjung yaitu cinta tanah air, cinta keadilan dan cinta rakyat kecil. Ketiga hal ini diyakini sebagai titah imam semua agama. 

 


“Untuk krida besar ini kami memang sering disalahpahami, atau untuk yang iri kepada kami, dipojokkan dengan terus mendaur ulang prasangka negatif yang sudah usang,” ujar Hendrawan. 

 


Reporter : Wem Fernandez  

Editor     : Cavin R. Manuputty

Wem Fernandez
20-07-2018 13:36