Main Menu

Berorasi di depan Serikat Pekerja Pertamina, Rini Malah Dikatai Pembohong

Hendry Roris P. Sianturi
20-07-2018 21:14

Menteri BUMN Rini Soemarno di depan para pengunjuk rasa (GATRA/Hendry Roris S./yus4)

Jakarta, Gatra.com - Ribuan pegawai dan pensiunan PT Pertamina (persero) melakukan aksi unjuk rasa, Jumat (20/07). Peserta aksi melakukan long march di kawasan Jalan Merdeka sejak pagi. Ketika tiba di titik Kementerian BUMN, peserta aksi melakukan orasi. Inti tuntutannya, agar pemerintah menghentikan politisasi Pertamina dan menyelamatkan Pertamina.

 Tak berselang lama, Menteri BUMN Rini Soemarno menerima sekitar 15 orang perwakilan dari Federasi Serikat Pekerja Pertamina (FSPP). Di lantai 19 kantor Kementerian BUMN, Rini dan Serikat Pekerja berdialog. Setelah itu, Rini bersedia untuk berorasi di depan massa aksi.

Rini langsung menaiki mimbar orasi, dan menyapa para pengunjuk rasa. Lalu, Rini mengkritik atribut dan spanduk yang digunakan para peserta aksi. “Ini tulisan for sale-nya nggak tepat,” katanya disambut sorakan peserta aksi. “Huhuhu,” teriak pengunjuk rasa.

Menurut Rini, surat yang ditandatanganinya kepada Pertamina bukan untuk menjual Pertamina kepada swasta atau asing. “Tunggu dulu, tunggu dulu. Surat, saya bilang tolong dikaji, untuk kemungkinan WK-WK (Wilayah Kerja) ini. Kontrol  tetap harus ada di Pertamina,” katanya.

Dalam orasinya, Rini juga menegaskan bahwa pemerintah terus mendorong perbaikan kinerja keuangan serta keberlangsungan PT Pertamina (Persero) di masa yang akan datang. “Saya bilang ke teman-teman yang datang, tidak mungkin menjerumuskan Pertamina. Tangung jawab saya bagaimana Pertamina itu untuk sehat 100 tahun ke depan,” ujarnya.

Hanya saja, janji Rini tersebut disambut teriakan pesimis dari massa aksi. “Bohong, bohong,” kata pengunjung rasa spontan. Rini yang mendengar itu langsung melanjutkan orasinya.

“Jangan ngomong bohong, bohong. Anda lihat sendiri sekarang keadaannya bagaimana. Kalian itu adalah keluarga besar Pertamina. Oleh karena itu, kalian punya tanggung jawab untuk Pertamina itu betul-betul melakukan dan menjalankannya dengan baik,” kata Rini.

 Menurut Rini rencana aksi korporasi yang diusulkan kepada Pemerintah selaku pemegang saham merupakan bagian dari rencana bisnis guna meningkatkan kinerja portofolio bisnis Pertamina ke depan. Ia juga meminta agar Pertamina melakukan kajian mendalam dan komprehensif bersama dengan Dewan Komisaris untuk mengusulkan opsi-opsi terbaik yang nantinya akan diajukan melalui mekanisme RUPS sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Reporter: Hendry Roris Sianturi

Editor: Rosyid

Hendry Roris P. Sianturi
20-07-2018 21:14