Main Menu

OTT Kalapas Sukamiskin, KPK Amankan Uang dan Mobil

Iwan Sutiawan
21-07-2018 13:01

Juru bicara KPK, Febri Diansyah. (GATRA/Erry Sudiyanto/re1)

Jakarta, Gatra.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi bahwa menangkap telah Wahid Husen, Kepala Lembaga Pemasyarakat (Kalapas) Kelas I Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat  dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Sabtu dini hari (21/7).

"Ada tim yang ditugaskan kemarin menjelang tengah malam ke Lapas Sukamiskin, ada tim penindakan KPK setelah kami menerima informasi dari masyarakat," kata Febri Diansyah, juru bicara KPK kepada wartawan.

Setelah mengecek ke Lapas Sukamiskin, Tim Satuan Tugas (Satgas) KPK menemukan sejumlah bukti awal dan menangkap 6 orang yang salah satu di antaranya adalah Kalapas Sukamiskin, Wahid Husen.

"Kami cek ke lapangan, memang ditemukan ada bukti-bukti awal di sana, sehingga 6 orang diamankan. Sampai dengan siang ini, ada unsur pimpinan Lapas di sana, kemudian ada pihak swasta, dan juga ada pegawai Lapas juga," kata Febri.

Selain menangkap 6 orang, Tim Satgas KPK juga mengamankan sejumlah uang pecahan rupiah dan mata uang asing dalam OTT tersebut. Saat ini, petugas masih menghitung uang itu.

"Barang bukti awal yang kami temukan seperti uang tunai dalam bentuk rupiah dan valas di dalam lapas tersebut, itu ditemukan di sana dan masih proses perhitungan oleh tim. Kemudian, ada mobil juga yang diamankan sebagai barang bukti awal," ujarnya

Keenam orang yang ditangkap sudah dibawa ke gedung KPK, Jakarta. Saat ini, mereka sedang menjalani pemeriksaan intensif atas kasus dugaan menerima hadiah atau janji alias suap terkait pelaksanaan tugas di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin.

"Sudah dibawa ke kantor KPK untuk proses pemeriksan lebih lanjut. Nanti setelah maksimal 24 jam akan ditentukan statusnya," ujar Febri.

Namun Febri memastikan pihaknya belum melakukan penggeledahan di rumah Kalapas karena kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. "Kalau belum penyidikan, belum ada penggeledahan di sana. Tapi kami mengamankan sejumlah pihak dan sejumlah barang bukti awal di sana. Belum bisa bicara secara lebih rinci," ujarnya.

Menurut Febri, KPK tentunya mempunyai wewenang melakukan penggeledahan jika kasusnya sudah memasuki tahap penyidikan untuk mengumpulkan bukti-bukti. Namun saat ini, masih fokus untuk melakukan pemeriksaan terhadap 6 orang yang ditangkap guna menentukan statusnya. "Nanti jika dibutuhkan hal-hal lain dapat dilakukan sesuai hukum acara yang berlaku," ujarnya.

Saat ditanya soal ada beberapa narapidana yang tidak ada di dalam sel Lapas Sukamiskin, Febri belum bersedia mengonfirmasi. "Saya kira tidak tepat kalau saya sampaikan sekarang tentang itu," katanya.


Editor: Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
21-07-2018 13:01