Main Menu

Polisi Diduga Tidak Netral Tangani Sengketa STC vs MSAM

Cavin Rubenstein M.
21-07-2018 15:36

Kantor Polres Kotabaru, Kalimantan Selatan. (Dok. Polda Kalsel/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Direktur Utama PT Sebuku Tanjung Coal (STC), Soenarko, mengatakan status quo yang ditetapkan Polda Kalimantan Selatan atas lahan yang dipersengketakan dengan Aji Muksin selaku mitra PT Multi Sarana Agro Mandiri (MSAM), hanya strategi kepolisian menggusur satu pihak.

 

“Kami menerima laporan, bahwa tadi malam (20/7) hingga hari ini, pihak PT MSAM kembali beraktivitas, memasukkan alat berat dan puluhan orang berjaga di areal itu. Ini menunjukkan Polres Kotabaru berpihak dan menginjak-injak hukum,” kata Soenarko kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (21/7).

Padahal, imbuh dia, dengan dalih status quo itulah 130 karyawan PT STC diangkut ke Polres Kotabaru, dua hari yang lalu.

“Kapolres Kotabaru AKBP Suhasto dan perangkatnya sudah memihak. Tidak netral dan menjadi alat untuk merampas areal kami. Kapolri kami minta menindak tegas oknum ini," kata Soenarko lagi. Dugaan tidak netral itu muncul karena ia mengaku sudah melaporkan kembali beroperasinya MSAM di lahan sengketa ke Polres Kotabaru. Namun, sebut Soenarko, Kasat Reskrim Polres Kotabaru AKP Surya Miftah tidak bisa menindak.

“Sudah kita laporkan tadi. Kita patuh hukum. Tapi aparatnya mengaku tidak bisa menindak,” tambahnya.

PT Sebuku Grup yang memiliki izin usaha pertambangan (IUP) di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, terus dirundung gangguan sehingga sampai kini terhambat untuk kegiatan operasi.

Pada Januari lalu, Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor mencabut tiga izin usaha pertambangan operasi produksi (IUP OP) milik Sebuku Grup, yaitu PT Sebuku Tanjung Coal, PT Sebuku Sejaka Coal dan PT Sebuku Batubai Coal.

Setelah melalui proses hukum di PTUN Banjarmasin, majelis hakim menyatakan SK Gubernur Kalsel tersebut tidak berlaku. Pihak Gubernur Kalsel menyatakan banding.

Gubernur Kalsel, H. Sabirin Noor atau yang akrab dipanggil Paman Birin tersebut adalah paman dari pemilik PT MSAM, Andi Syamsudin Arsyad atau H Isam.

Beberapa waktu terakhir, muncul klaim kepemilikan lahan oleh warga yang mengaku bekerja sama dengan PT MSAM dalam perkebunan sawit di areal IUP milik PT STC. PT MSAM sendiri belum memiliki izin perkebunan sawit sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

 


Editor : Cavin R. Manuputty

Cavin Rubenstein M.
21-07-2018 15:36