Main Menu

Diam-diam Kepolisian Garap Kasus Dugaan Tipikor BPS

Hendry Roris P. Sianturi
24-07-2018 11:04

Ilustrasi Badan Pusat Statistik (BPS). (Dok. BPS/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya dikabarkan tengah mengusut kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) di Badan Pusat Statistik (BPS). Proyek yang sedang didalami kepolisian itu adalah pengadaan Computer-Assisted Personal Interviewing (CAPI).

 

Sekretaris Utama BPS, Adi Lumaksono membenarkan adanya kasus  tersebut. Bahkan, kepolisian menurutnya, sudah memanggil beberapa saksi dari pegawai BPS dan pihak swasta. “Saya sih tidak dipanggil sama sekali. Saya hanya dilaporkan. Itu ULP (Unit Layanan Pengadaan),” katanya ketika dikonfirmasi Gatra.com  beberapa waktu lalu.

 

Meskipun sudah memanggil banyak saksi, Adi mengklaim, bahwa kasus tersebut sudah selesai dan dinyatakan 'clean' oleh kepolisian. “Memang ada pengaduan terkait tentang proses pengadaan itu. Akhirnya Polda memeriksa BPS. Kita dipanggil-panggil semuanya. Sebagai informasi terakhir, ternyata memang clean. Kita beres semua,” ujarnya.

 

Menurut Adi, CAPI adalah semacam perangkat komputer tablet yang digunakan untuk melakukan survei kuisioner. Setelah proses pengadaan, perangkat-perangkat tersebut didistribusi ke daerah-daerah. “(Jumlahnya) seribu lebih. Sekitar 1.200 atau berapa gitu,” katanya.

 

Adi mengatakan, untuk pengadaan perangkat CAPI berada di bawah naungan Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistic. “Itu eselon I. Di bawahnya ada yang menangani secara khusus komputer, yaitu bagian Sistem Informasi Statistik. Dia yang mengelola semua, teknologi informasi ada di sana,” ujarnya.

 

Menurut Adi, BPS selalu terbuka jika pihak penegak hukum meminta informasi mengenai dugaan tipikor pengadaan perangkat CAPI. “Kita sudah penuhi semua panggilan. Semua prosedur sudah sesuai dan sudah dilakukan semuanya. Yang di Polda kita sudah penuhi panggilannya semua,” katanya.

 

Sementara, Dirkrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Adi Deriyan mengaku belum mengetahui adanya laporan tersebut. “Saya belum tahu kasus itu. Nanti saya cek laporannya. Saya belum tahu kasus itu sudah penyelidikan atau belum,” katanya ketika dikonfirmasi.


 

Reporter: Hendry Roris Sianturi

Editor: Hendri

Hendry Roris P. Sianturi
24-07-2018 11:04