Main Menu

Optimisme Bung Karno Jadi Inspirasi Pembangunan Pemuda

Cavin Rubenstein M.
25-07-2018 09:50

Kepala Kantor Staf Presiden, Moeldoko (Gatra/Eva Agriana Ali/afn)

Jakarta, Gatra.com – Optimisme Bung Karno terhadap pemuda Indonesia adalah hal yang relevan dan kekinian dalam membangun bangsa dan negara. Ada banyak prestasi dan kiprah generasi muda Indonesia di tingkat dunia, salah satunya Lalu Zohri yang baru-baru ini mencetak rekor sebagai pelari tercepat di tingkat U20. Pemerintah memanifestasikan optimisme proklamator itu dengan pembinaan nyata terhadap pemuda dan talentanya.

“Beri aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncang dunia. Ini adalah pesan optimis yang selalu saya ingat. Bila anak-anak kita dipetakan dengan kapasitasnya yang mereka miliki, kita akan menggemparkan dunia,” kata Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko di Jakarta, Rabu (26/7).

Moeldoko mengutip salah satu kalimat pidato Bung Karno yang terkenal, yang mendasari program pemerintah mengkanalisasi talenta pemuda Indonesia. Optimisme Soekarno ini, menurutnya harus menjadi optimisme semua.

Menurut Moeldoko, relevansi pemikiran proklamator Indonesia itu juga yang mendasari niat pemerintah membentuk strategi pembinaan bakat secara nasional. “Kita ingin menjaring potensi anak muda. Karena negara wajib memberikan kesempatan,” kata mantan Panglima TNI itu, lewat keterangan tertulisnya yang diterima redaksi Gatra.com.

Potensi anak muda yang bisa mengguncang dunia, menurutnya, bisa dilihat dari rekaman sejarah bangsa Indonesia. “Jasmerah, jangan sekali-sekali meninggalkan sejarah. Ini juga harus menjadi pemikiran kita. Pemuda-pemuda wajib mempelajari sejarah. Karena kita tidak akan berada di hari ini, kalau tidak ada masa lalu,” demikian Moeldoko mengutip lagi pidato Bung Karno yang pernah terucap di HUT Indonesia tahun 1966 silam.

Sejauh ini, komitmen membina generasi muda sudah terwadahi oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang memfasilitasi berbagai kegiatan kepemudaan. “Agar pada pemuda Indonesia dapat berkarya dan berprestasi,” kata Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora, Asrorun Niam Sholeh.

Ia mengatakan, banyak tantangan yang harus dihadapi dan dijawab oleh generasi muda, salah satunya globalisasi, dan kemajuan teknologi informasi. Tentunya, segala tantangan tersebut harus dihadapi dengan cara yang cerdas, tanpa meninggalkan nilai-nilai ke-Indonesia-an.

“Ucapan Bung Karno itu harus menjadi inspirasi para pemuda sekarang, bahwa perubahan ada di tangan mereka. Ini menjadi cambuk agar pemuda harus eksis di taraf global,” katanya.

Menurut Wakil Ketua Komisi X DPR, Sutan Adil Hendra, masa depan bangsa ada di tangan pemuda. Ia juga menekankan, perlunya pemerintah membangun pemuda secara komprehensif. “Daya pikir revolusionernya yang menjadi kekuatan utama. Sebab, dalam mengubah tatanan lama budaya bangsa dibutuhkan pola pikir terbaru, muda dan segar,” kata Sutan, di Jakarta.

Sejarah telah mencatat kiprah-kiprah pemuda Indonesia dalam memerdekakan negara Indonesia. “Bung Tomo, Bung Hatta, Ir. Soekarno, Sutan Syahrir, dan lain-lain rela mengorbankan harta, bahkan mempertaruhkan nyawa mereka untuk kepentingan bersama, yaitu kemerdekaan Indonesia,” kata politikus Partai Gerindra itu.


 

Editor  : Cavin R. Manuputty

Cavin Rubenstein M.
25-07-2018 09:50