Main Menu

Kata Kuasa Hukum Soal Kemungkinan Samsul Nursalim Pulang Ke Indonesia

Sujud Dwi Pratisto
25-07-2018 20:02

Maqdir Ismail. (Dok. GATRA/Tresna N/yus4)

Jakarta, Gatra.com - Maqdir Ismail, kuasa hukum Samsul Nursalim mengaku pihaknya tidak tahu menahu apakah pemilik Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) itu akan pulang ke Indonesia atau tidak. Menurut Maqdir, Nursalim tentu akan mempertimbangkan baik buruknya jika dia kembali ke Indonesia. Apalagi selama ini Nursalim merasa dirinya diperlakukan tidak adil oleh hukum Indonesia. “Ini soal nyaman atau tidaknya. Mungkin dia (Samsul Nursalim) merasa tidak nyaman (kembali ke Indonesia),” kata Maqdir saat ditemui GATRA di Hotel Le Meridien, Jakarta, Rabu (25/7).

Nursalim merupakan saksi kunci dalam kasus dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Namun hingga saat ini, konglomerat yang dikabarkan menetap di Singapura itu tak kunjung kembali ke Indonesia. Padahal, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerjasama dengan KPK Singapura sudah tiga kali mengirim surat panggilan yang ditujukan kepada Nursalim agar hadir dalam pemeriksaan KPK di Jakarta.

Selain ditunggu KPK, Nursalim juga ditunggu kehadirannya sebagai saksi di sidang perkara korupsi BLBI dengan terdakwa mantan Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Syafrudin A. Temenggung di Pengadilan Tipikor Jakarta. Dipersidangan, jaksa telah menghadirkan sejumlah saksi. Mulai dari Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Kwik Kian Gie, mantan Menteri Koordinator bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri (Menko Ekuin) Rizal Ramli hingga mantan Wakil Presiden Boediono. Mereka dimintai keterangannya terkait BLBI.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, kuasa hukum Nursalim, Otto Hasibuan mengungkapkan bahwa saat ini status Nursalim bukan tersangka dan juga bukan buronan. Jadi hak Nursalim untuk datang atau tidak ke Indonesia. “Yang saya tahu dia sangat menghormati perjanjian MSAA [Master of Settlement and Acquisition Agreement], sangat menghormati pemerintah yang janji tidak akan melakukan tuntutan hukum,” ujar Otto.


Editor : Sujud Dwi Pratisto

Sujud Dwi Pratisto
25-07-2018 20:02