Main Menu

Ketum PPP : Demokrat Usung AHY Cawapres Jokowi Itu Informasi A1

Wem Fernandez
26-07-2018 17:47

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy. (Dok.M Romahurmuziy/RT)

 

 

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy menyampaikan terima kasih atas respon yang dilontarkan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) beberapa waktu lalu. 

 

“Saya berterima kasih atas peringatan SBY, apalagi beliau adalah Presiden ke-6 dan tokoh nasional yang sudah terbukti makan asam garam dan mampu mengantarkan partainya menjadi pemenang,” kata Rommy di Jakarta, Kamis, (26/7). 

 

Respon dilontarkan SBY menanggapi pernyataan Rommy — Sapaan akrab Romahurmuziy— bahwa tidak masuknya Demokrat di barisan partai koalisi pendukung Joko Widodo (Jokowi) karena Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tidak disetujui sebagai calon wakil presiden.

 


Informasi diajukan nama AHY, sambung Rommy, juga bukan informasi tidak benar. Dan hal tersebut dalam politik adalah wajar, bukan sesuatu yang berlebihan sebagaimana dilakukan oleh partai lain, termasuk PPP dalam koalisi Jokowi. 

 


“Saya tidak menyampaikan info sembarangan tentang diajukannya AHY sebagai cawapres kepada Pak Jakowi. Informasi berkategori A1. Hanya bedanya, yang disampaikan PPP ada sejumlah nama dan statusnya untuk dibahas dan didiskusikan, bukan merupakan target tunggal. Nah, apakah itu yang dimaksud SBY sebagai ‘hambatan dan rintangan? Ketika diwawancarai salah satu stasiun TV swasta saya menjawab ‘mungkin saja.’ ujar Romi. 

 


Rommy menambahkan, SBY dan Jokowi juga pernah melakukan pertemuan beberapa waktu belakangan ini. Terakhir, keduanyan bertemu saat bulan  Ramadhan dan sudah menyepakati pos kabinet untuk AHY sebagai bagian dan rencana koalisi. 

 


“Namun jika hari-hari ini pun SBY berubah, itu juga tidak diharamkan dalam politik karena politik itu dinamis,” ujar Romi. 

 


Usai menggelar pertemuan dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Rabu, (24/7) kemarin, SBY memang memberikan respon atas pernyataan Romi. Bagi SBY salah besar jika Demokrat batal berkoalisi lantaran AHY ditolak jadi pendamping Joko Widodo. 

 


“Kalau Anda cermati pernyataan Bung Romi bahwa Demokrat dan SBY batal berkoalisi karena tawaran AHY sebagai cawapres Jokowi ditolak, itu salah! Saya harap Bung Romi hati-hati dalam berbicara karena tidak baik bagi pemimpin atau pun politisi mengeluarkan pernyataan tanpa dasar yang kuat,” kata SBY malam itu.

 


Di samping soal Romi, SBY juga menyatakan jalan untuk berkoalisi dengan Jokowi menemui rintangan besar ketimbang dengan Prabowo. Rintangan tersebut bukan datang dari Jokowi sendiri melainkan dari partai-partai pengusungnya. 

 


“Tanpa saya sebutkan info dari mana saya mendengar bahwa partai pengusung Pak Jokowi mengatakan bahwa jika Partai Demokrat akan bergabung maka harus melalui persetujuan semua partai yang bergabung, sebagai orang tua paham maksud tersebut,” ujar SBY. 

 


 

Reporter : Wem Fernandez  

Editor     : Cavin R. Manuputty

Wem Fernandez
26-07-2018 17:47