Main Menu

Bekas Kantor DPP PKB akan dijadikan Museum Gus Dur

Hendry Roris P. Sianturi
27-07-2018 19:51

Politisi PKB, Imam Nahrawi. (GATRA/Iwan Sutiawan/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Pemerintah berencana membangun museum Gus Dur (Abdurrahman Wahid) di bekas kantor DPP PKB, Jalan Kalibata Timur I, No 12, Pancoran, Jakarta Selatan. Museum nantinya dapat dijadikan tempat untuk mempelajari pluralisme dan mengenang sosok Presiden RI Keempat itu.

 

Kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Imam Nahrawi mengatakan, pembangunan museum akan menggunakan APBN. “Rencananya tahun anggaran ini. Anggaran Kemendikbud, kalau nggak salah,” ujarnya ketika ditemui Tim GATRA di kediamannya, Jalan Widya Chandra, Jakarta Selatan, (27/07).

Untuk isi museum sendiri, Imam sudah mempersiapkan sumbangan beberapa koleksi, mulai dari foto, artefak dan literatur lainnya. “Kalau kontennya nanti, artefaknya, isi-isinya itu kita ikut bantu. Saya juga banyak foto-foto Gus Dur, taruk di sana,” katanya berjanji.

Bahkan, Imam akan membawa patung Gus Dur setinggi hampir lima meter dari Pasuruan ke museum Gus Dur. “Saya juga punya patung Gus Dur di Pasuruan. Nanti dipindain ke sana. (tingginya) hampir mencapai 5 meter,” ujarnya.

Patung Gus Dur tadi merupakan buatan warga Pemalang dan ditempatkan di masjid Gus Dur. “Sudah lama, cuma menaruh dimana. Akhirnya menaruh di masjid Gus Dur di Pasuruan. Kira-kira empat kilometer sebelum kota, itu ada Masjid Gus Dur,” kata Menteri Pemuda dan Olahraga ini.

Memang saat ini, pemerintah belum membangun museum khusus untuk mengenang Gus Dur. Pemerintah baru membangun Museum Islam Nusantara Hasyim Asyari (MINHA) yang terletak di kawasan makam Gus Dur, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Reporter: Hendry Roris Sianturi

Editor: G.A. Guritno

Hendry Roris P. Sianturi
27-07-2018 19:51