Main Menu

Yasonna: Lapas Super Maximum Security Nusakambangan Bukan Untuk Koruptor

Hendri Firzani
28-07-2018 11:48

Yasonna Hamonangan Laoly(GATRA/Erry Sudiyanto/yus4)

 

Cilacap, Gatra.com – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna H Laoly menyatakan koruptor bukanlah napi yang dikategorikan “High risk” atau berbahaya. Sebab itu, napi koruptor tak akan dimasukkan ke Lapas Super Maximum Security (SMS) Karanganyar, Nusakambangan, Jawa Tengah yang kini tengah dibangun.

 

Yasonna mengatakan itu menanggapi wacana pemindahan napi pidana korupsi Lapas Sukamiskin yang rencanannya akan dipindahkan ke Lapas di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Lapas “High Risk” Nusakambangan. “Napi koruptor berbeda,” ucapnya, di Dermaga Wiyapura, Cilacap, Jumat (27/7).

 

Napi yang dikategorikan High risk, menurut Yasonna, di antaranya berisiko melarikan diri, melakukan kejahatan di dalam lapas. Selain itu, parameter lainnya adalah masa tahanan yang panjang, seumur hidup hingga hukuman mati. Para napi yang diidentifikasi berbahaya ini bisa napi pidana khusus, seperti terorisme dan narkoba maupun pidana umum.

 

Adapun napi pidana khusus korupsi, menurut dia, tak berpotensi melarikan diri. Hanya saja, koruptor menuntut fasilitas mewah dengan cara membeli. Sebab itu, risikonya dianggap berbeda. “Yang koruptor itu bukan High Risk, hanya menuntut fasilitas mewah. Nah, itu yang nggak boleh,” katanya.

 

Menurut Yasonna, dengan penambahan Lapas High Risk Karanganyar, maka Nusakambangan bakal memiliki tiga lapas berpengamanan maksimum. Dua lapas lainnya yakni, Lapas Batu khusus untuk Napi risiko tinggi narkoba, Lapas Pasir Putih khusus untuk napi terorisme risiko tinggi. Direncanakan, Lapas berpengamanan maksimum akan ditambah lagi di 2019.

 

“Ini (Lapas Karanganyar) betul-betul super maksimum. Dan kita akan menambah lagi nanti, tahun depan, mudah-mudahan, satu atau dua lapas lagi, untuk yang maksimum security,” imbuhnya.


 

Reporter: Ridlo Susanto

Editor: Hendri

Hendri Firzani
28-07-2018 11:48