Main Menu

Demokrat Makin Solid Dengan Gerindra, Tampak Buntu dengan Petahana

Putri Kartika Utami
28-07-2018 13:13

Ketua umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono berjalan bersama Pubianto (GATRA/Adi Wijaya/yus4)

Jakarta, Gatra.com - Hubungan Demokrat dan Gerindra makin dekat. Berawal dari pertemuan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto pada Selasa (24/7) lalu pintu koalisi makin terbuka.

 

Wakil Sekjen DPP Demokrat, Didi Irawadi Syamsudin mengatakan pihaknya menemukan banyak kesamaan prinsip dengan Demokrat.

“Mendekati akhir kita lihat dari pertemuan Demokrat dan Gerindra, chemistry semakin baik. Banyak kesamaan prinsip,” katanya dalam sebuah diskusi, pada Sabtu (28/7) di Jakarta.

Pembahasan keduanya tidak sekedar membicarakan kursi, tapi memetakan apa saja persoalan bangsa. Memulai dari pemetaan masalah ini memudahkan mencari persamaan antara gerbong. Penekanan ini yang SBY sampaikan saat menjamu Prabowo maupun Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan.

“Tidak sekedar kursi. Ini yang kami tekankan saat Prabowo dan Pak Zul datang ke Pak SBY kemarin."

Sementara, langkah Demokrat merapat ke petahana nampaknya menemui kebuntuan. Politik memang cair dan memungkinkan segala hal terjadi. Namun, melihat Demokrat berada di gerbong yang sama dengan PDI-P nampaknya mustahil.

Dugaanya, hubungan tidak harmonis antara SBY dan Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarnoputri,  Didi tidak membenarkan maupun membantah persepsi itu. Yang jelas, katanya, SBY selalu mewarat silaturahmi dengan siapapun termasuk lawan politiknya. Ia mencontohkan kehadiran SBY dalam berbagai undangan dari Presiden Joko Widodo.

"Dalam 10 tahun beliau berkali-kali mengundang Ketua Umum PDI-P dalam acara-acara negara. Saya nggak tahu kenapa Bu Mega tidak pernah hadir. Ini berbeda dengan sikap Pak SBY lima tahun ini selalu datang ke undangan Pak Jokowi," ujarnya.

Didi mengatakan SBY juga tidak pernah menawar-nawarkan Agus Harimurti Yudhoyona (AHY) pada Jokowi untuk menjalin koalisi. Masuk-tidaknya nama AHY dalam radar Jokowi dalam mencari cawapres bukan menjadi faktor penentu, meski ia mengklaim AHY potensial menjadi calon RI-2.

Demokrat juga melihat kubu petahana penuh ketidakpastian. Meski mereka mengklaim sudah mengantongi nama untuk bersading dengan Jokowi di pilpres mendatang, nyatanya koalisi petahana tidak juga mempublikasikan siapa figur calon Jokowi.

"Dari kubu pemerintah belum ada kepastian meski katanya sudah ada kepastian nama. Tapi kantongnya banyak, yang mana? Kenapa tidak segera diumumkan saja?," ujar putra Amir Syamsudin tersebut.

Reporter: Putri Kartika Utami

Editor: G.A. Guritno

Putri Kartika Utami
28-07-2018 13:13