Main Menu

Dua RSUD di Yogyakarta Tagih Klaim BPJS Rp39,4 Milyar

Mukhlison Sri Widodo
30-07-2018 16:53

Wakil Direktur RSUD Panembahan Senopati Agus Budi Raharja (GATRA/Arif Koes Hernawan/yus4)

Yogyakarta, Gatra.com - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati Bantul, Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta, menagih Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang belum membayar tunggakan biaya klaim senilai Rp26 milyar.

 

Padahal dana cadangan rumah sakit itu juga telah kosong.

Wakil Direktur RSUD Panembahan Senopati Agus Budi Raharja menjelaskan, BPJS DI Yogyakarta menunggak pembayaran biaya klaim untuk bulan April dan Mei 2018 senilai Rp18,7 milyar.

Padahal semestinya tagihan klaim dibayar pada bulan berikutnya.

“Terakhir kami menerima pembayaran dari BPJS pada Maret 2018. Jika digabungkan hingga saat ini, tagihan mencapai Rp26 miliar,” kata dia saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (30/7).

Kendati dalam kondisi itu, Budi menyatakan, RS Panembahan Senopati tetap akan melayani pasien secara maksimal.

Dengan kunjungan 700-800 pasien per hari, hampir 90 persen adalah peserta jaminan kesehatan.

Budi mengatakan, jika sampai Agustus 2018 BPJS belum membayar tagihan, beberapa fasilitas utama untuk pasien berjaminan kesehatan akan dikurangi. Hal ini karena RS Panembahan Senopati sudah tak punya dana cadangan.

“Sebagai upaya untuk menghemat pengeluaran, mulai Agustus 2018 kami akan melakukan efisiensi pada operasional dan pembelian beberapa obat untuk pasien. Untuk efisiensi layanan kesehatan yang lain kami akan rapatkan,” lanjutnya.

Budi mengatakan, pada awal Juli 2018, BPJS berjanji membayar tagihan paling lambat 12 Agustus 2018.

Jika sampai tenggat BPJS tak kunjung membayar, RS Panembahan Senopati akan menggunakan dana talangan BPJS di bank. Resikonya, dana ini dikenai bunga.

Menanggapi pernyataan pihak RSUD Panembahan Senopati, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Yogyakarta Dwi Hesti mengatakan akan memeriksa dahulu tagihan tersebut.

“Kami akan cek. Tapi kalau soal jatuh tempo, kami mohon kesabaran karena BPJS daerah sedang menunggu kabar dari kantor pusat,” ujanya singkat saat dikonfirmasi.

Selain di Bantul, RSUD Wates di Kabupaten Kulonprogo juga menagih tunggakan pembayaran klaim BPJS. Bahkan RSUD Wates sempat memasang spanduk tentang tagihan sebesar Rp13,4 milyar tersebut. 

Jika dijumlah, tunggakan pembayaran klaim BPJS di dua RSUD tersebut hingga kini mencapai Rp39,4 milyar.


Reporter : Arif Koes
Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
30-07-2018 16:53