Main Menu

Jokowi Enggan Rapat Bolak Balik Tanpa Implementasi

Hendry Roris P. Sianturi
31-07-2018 12:27

Presiden Joko Widodo. (ANTARA/Puspa Perwitasari/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Presiden RI Joko Widodo tidak mau lagi bolak balik mengadakan rapat terbatas kabinet, tanpa tindak lanjut yang efektif. "Saya nggak mau lagi bolak balik rapat, tapi implementasi nggak berjalan baik," katanya dalam Ratas di Istana Bogor, (31/07).

Pernyataan ini ditegaskan Jokowi, mengingat pengentasan masalah nilai tukar rupiah dan peningkatan devisa negara jalan ditempat. "Perlu saya tekankan lagi bahwa situasi negara saat ini butuh dollar. Oleh sebab itu saya minta seluruh kementerian dan lembaga betul-betul serius. Tidak ada main-main menghadapi ini," ujarnya.

Ratas hari ini, Jokowi dan kabinetnya membahas strategi kebijakan untuk memperkuat cadangan devisa negara. "Agar daya tahan ekonomi kita semakin kuat semakin meningkat terutama dalam hadapi ketidakpastian ekonomi global," katanya.

Jokowi menekankan agar pembantunya memantau pengendalian impor dan gesit meningkatan ekspor. "Karena data yang saya terima berpotensi menghemat devisa dari impor sangat besar sekali. Yakni 21 juta dolar setiap harinya," ujarnya.

Setiap kebijakan impor, kata Jokowi, harus dievaluasi secara detail. "Barang yang tidak bersifat strategis yang perlu kita stop dulu atau kurangi atau diturunkan," katanya.

Sementara untuk ekspor, sambung Jokowi, Pemerintah harus memiliki strategi detail untuk meningkatkan ekspor produk prioritas. "Dan fokus melihat kendala yang dihadapi eksportir di negara yang jadi tujuan utama ekspor kita. Kalau memang ada hambatan perdagangan saya minta segera selesaikan," ujarnya.

Jokowi juga menilai, peningkatan penggunaan kandungan dalam negeri (TKDN), tidak berjalan baik. "Dalam 1,5-2 tahun lalu, kita bicarakan. Tapi dalam implementasinya dalam pelaksanaannya ada yang masih setengah-setengah," ujarnya.


Reporter: Hendry Roris Sianturi

Editor: Rosyid

Hendry Roris P. Sianturi
31-07-2018 12:27