Main Menu

Pelabuhan Adikarto Tak Kunjung Jadi, Menteri Susi Minta Pemda Aktif

Mukhlison Sri Widodo
01-08-2018 18:03

Pelabuhan Adikarto Tak Kunjung Jadi, Menteri Susi Minta Pemda Aktif. (GATRA/Arief Koes/RT)

Yogyakarta,Gatra.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meminta pemerintah Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta lebih aktif berkomunikasi dengan pemerintah pusat terkait, demi kelanjutan pembangunan pelabuhan Tanjung Adikarto di Kabupaten Kulonprogo.

 

Percepatan pembangunan pelabuhan ini diharapkan bisa memaksimalkan potensi Laut Selatan.

Di hadapan peserta Rapat Kerja Pengendalian Triwulan ke-2 pemerintah DIY, Rabu (1/8), Menteri Susi menyatakan pembangunan pelabuhan di Pantai Selatan butuh dana besar.

“Kendala utama pembangunan di pesisir selatan adalah besarnya gelombang. Jadi pembangunan tidak boleh main-main. Jika hanya dibangun dermaga, kemungkinan lima tahun rusak karena terjangan ombak,”  kata Susi.

Meski pembangunan pelabuhan menjadi tanggung jawab Kementerian, infrastruktur dasarnya wewenang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, terutama untuk pemecah ombak sebagai fondasi pelabuhan.

Karena itu, Susi meminta pemerintah DIY lebih intensif berkomunikasi dan menekan pemerintah pusat terutama kementerian yang terlibat.

“Tidak hanya berkomunikasi dengan Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan juga harus dilibatkan. Pengalaman kami, banyak pelabuhan besar yang sudah dibangun terbengkalai karena tidak ada jalan penghubung,” kata Susi.

Susi mengakui, pembangunan pelabuhan di selatan Jawa sering tergantung perubahan politik. Namun pemerintah daerah bisa meyakinkan bahwa pembangunan tersebut penting untuk mengoptimalkan potensi Samudera Hindia.

Menurut Susi, setelah pelabuhan jadi, pemerintah daerah memiliki wewenang dalam perizinan operasi kapal ukuran 10-30 gross ton (GT) yang akan menjadi pemasukan bagi daerah.

“Kata kuncinya adalah perencanaan yang diajukan daerah harus matang dan pembangunan harus bersinergi antarkementerian. Jika tidak maka akan dibutuhkan biaya besar dan saya yakin anggaran daerah tidak mampu memenuhinya,” katanya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY Bayu Mukti Sasongko menyatakan saat ini dinasnya sedang mengkaji ulang rencana dan potensi pelabuhan Tanjung Adikarto.

“Kajian ulang dimulai bulan lalu dan berlangsung selama enam bulan. Jadi hasilnya baru bisa diketahui tahun depan,” katanya.

Kajian ulang ini guna mengetahui kembali nilai investasi, nilai apraisal, dan lama pembangunan.

Untuk mendukung pembangunan ini, Bayu menyatakan pemerintah DIY berkomitmen membangun fasilitas dan sarana di darat.

Menurut Bayu, kebutuhan yang mendesak adalah menambah dan memperluas pemecah ombak agar sedimen tidak cepat masuk ke Sungai Progo. Dananya diperkirakan Rp400 milyar.

“Pelabuhan baru yang mampu menampung kapal sebesar 100 GT ini akan terintegrasi dengan bandara sehingga berbagai produk perikanan berkualitas baik bisa segera dikirim ke pasar luar negeri,” katanya.


Reporter : Arif Koes 
Editor : Mukhlison 

Mukhlison Sri Widodo
01-08-2018 18:03