Main Menu

15 ABK Korban Selamat Tabrakan Kapal Dipulangkan Ke Indonesia Sore Ini

Bernadetta Febriana
02-08-2018 13:08

15 ABK WNI yang selamat dari tabrakan kapal di Jepang tiba di Busan Korsel dan akan dipulangkan sore ini ke tanah air. (Dok. KBRI Seoul/FT02)

Jakarta, gatra.com - Sebanyak 15 Anak Buah Kapal (ABK) asal Indonesia yang selamat dari kejadian tabrakan dua kapal Korea Selatan di bagian tenggara perairan Hokkaido, Jepang telah tiba di Korea Selatan.

Pada Kamis (2/8)  ‪pukul 10.00‬  waktu setempat, ke- 15 ABK WNI tersebut di Pelabuhan Busan, Korea Selatan. Wakil Kepala Perwakilan RI di Seoul, Siti Sofia Sudarma menjemput langsung ke-15 ABK tersebut di Busan. 

“Kami ingin memastikan kondisi 15 ABK yang selamat dan juga memastikan hak-hak mereka sebelum kembali ke Indonesia”, demikian ditegaskan oleh Siti Sofia Sudarma.

Peristiwa tabrakan antara Kapal longline “803 Tongyeongho” dan Kapal longline "101 Keumyangho”, di sekitar 67 mil sebelah tenggara Hokkaido, Jepang terjadi pada Kamis pekan lalu (26/7)pukul 07.30 Waktu Korea. Dalam peristiwa tersebut, kapal “101 Keumyangho” dimana terdapat 18 ABK WNI tenggelam, 15 orang selamat, sementara 3 ABK masih hilang.

“Saya telah membahas mengenai hak-hak 15 ABK WNI yang selamat dengan pemilik kapal dan agen pengirim di Korea Selatan. Syukurlah, pihak Korsel sepakat membayar gaji para ABK WNI, kompensasi barang-barang ABK, dan tiket kepulangan ke Indonesia” imbuh Sofia.

Keseluruhan 15 ABK yang selamat akan langsung diterbangkan ke Indonesia melalui Bandara Gimhae, Busan, ‪pada Kamis sore‬ (2/8) ini.

Adapun 15 ABK tersebut adalah Inuhan Bastian (22 tahun), Hendri (31 tahun), Saroni (27 tahun), Sutirno Muhamad Rendy (21 tahun), Sarimanella Riwildo (24 tahun), Madi Sangid Bn Sarga (26 tahun), Maulana Haris (21 tahun), Pattiapon Dollans (22 tahun), Waly (27 tahun), Sokeh (29 tahun), Ibrohim Adi Imam Soleh (25 tahun), Pranara Ari Dona (23 tahun), Pratomo Dede (27 tahun), Idris (28 tahun), dan Riyanto Pani (20 tahun).

KBRI Seoul akan terus berupaya dan  bekerjasamanya dengan otoritas Korsel terkait 3 ABK WNI yang masih hilang saat tabrakan dua kapal naas tersebut.


Editor : Bernadetta Febriana

Bernadetta Febriana
02-08-2018 13:08