Main Menu

Asian Games Di Mata Sejarawan

Aulia Putri Pandamsari
04-08-2018 18:58

Pejalan kaki melintasi "pelican crossing" untuk menyeberang jalan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta. (ANTARA/Galih Pradipta/FT02)

Jakarta, Gatra.com -  Asian Games 2018 tinggal 14 hari lagi, Meski disebut dilaksanakan di Jakarta, dan Palembang, pesta olahraga negara-negara Asia ke-18 ini bakal diselengarakan di empat provinsi yaitu Jakarta, Sumatera Selatan, Jawa Barat dan Banten. Sebagai tuan rumah, Indonesia berusaha tampil terbaik. Berbagai sarana dan prasarana disiapkan, termasuk penyelenggaraannya. Ajang kompetisi olahraga terbesar kedua di dunia setelah olimpiade ini, seharusnya bisa menjadi momen penting untuk membawa semangat untuk merubah pola pikir masyarakat akan nilai nilai kemanusiaan. 

 

Hal itu diungkapkan sejarahwan JJ Rizal kepada Gatra.com, sabtu (4/8). Ia melihat masyarakat banyak belum paham akan makna sebenarnya dari Asian Games.

Ia mencontohkan adanya ajang Asian Para Games yang biasanya mengikuti ajang Asian Games. Ajang bagi para kalangan difabel sebenarnya menjadi medium bagaimana negara berperan membantu kota yang menjadi tuan rumah untuk mewujudkan visi kemanusiaan itu. 

“Apakah visi Asian Games kini yang kuat bobot ajaran kemanusiaannya itu sudah termanifestasi di ruang kota? Bukankah soal dibongkarnya JPO dan diganti pelican crossing agar lebih manusiawi saja kita ramai berdebat. Apakah perhatian kita juga sama besar bukan saja dengan Asian Games tetapi juga Asian Para Games?” kata Rizal.

Ia membandingkan dengan penyelenggaraan Asian Games 1962 di mana Indonesia menjadi tuan rumah. Menurut Rizal, keikutsertaan Indonesia dalam Asian Games saat itu adalah potret keseriusan pemerintah dimana ajang olahraga menjadi alat untuk mengubah mindset, mengubah pola pikir dari sebuah negara yang terjajah menjadi negara merdeka yang hanya dalam waktu singkat mampu menyelenggarakan sebuah pesta olahraga terbesar di Asia. 

Presiden  Soekarno saat itu, memanfaatkan kesempatan untuk membangun ulang kota Jakarta dari ibukota kolonial menjadi kota nasional. “Oleh karena itu, sejarah Asian Games bagi Indonesia bukan hanya soal menyabet medali dalam tiap nomor pertandingan, tetapi lebih jauh lagi memenangkan pola pikir baru sebagai negara merdeka yang juga kuat, cepat, dan berderajat tinggi," kata Rizal. "Ini yang membuat Asian Games menjadi ajang Indonesia untuk menginisiasi Games of New Emerging Forces(Ganefo), sebuah ajang olahraga yang jauh lebih besar sebagai saingan olimpiade."


Reporter: Aulia Putri Pandamsari

Editor: Hendri 

 

Aulia Putri Pandamsari
04-08-2018 18:58