Main Menu

Jokowi: Persatuan Adalah Aset Bangsa

Aulia Putri Pandamsari
05-08-2018 10:11

Presiden Joko Widodo bersama Wapres Jusuf Kalla. (ANTARA/Aprillio Akbar/FT02)

Jakarta, Gatra.com- Dalam rangka menjelang kemerdekaan RI yang ke-73, serta pesta olahraga Asian Games yang sebentar lagi diadakan, pemerintah RI menyelenggarakan acara Harmoni Indonesia 2018. Acara ini dihadiri oleh Presiden Joko Widodo yang tiba di Plaza Timur, Gelora Bung Karno pada pukul 07.50 WIB.


Dalam sambutannya, Presiden Jokowi memberi semangat kepada atlet-atlet Indonesia yang nantinya akan berlaga di Asian Games 2018 mendatang. Selain itu, Ia juga mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Hal ini penting untuk menjaga semangat positif para atlet.

"Dengan Harmoni Indonesia 2018 kita harapkan semangat persatuan kita, kerukunan kita. Karena itu aset terbesar bangsa yang bisa kita berikan, kita semangati semuanya agar kita paham persatuan, kerukunan, nasionalisme adalah aset terbesar bangsa kita," kata Jokowi. “Semuanya, merdeka, merdeka!” serunya.

Presiden ditemani sejumlah menteri di Kabinet Kerjanya. Tampak hadir Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menko PMK Puan Maharani, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menkominfo Rudiantara, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri PUPR Basuki Hadimuljana, Seskab Pranomo Agung, Kepala BPOM Penny Lukito, hingga Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Acara diisi dengan menyanyikan sejumlah lagu nasional dan lagu daerah seperti Tanah Airku, Satu Nusa Satu Bangsa, Garuda Pancasila, dan Rayuan Pulau Kelapa yang dipimpin oleh musisi Addie MS. Ketika ditemui usai acara, Addie menyampaikan,”Kendala sebelum acara ini banyak sekali, hampir ngga jadi. Alhamdulillah hari ini bisa diadakan. Semoga melalui musik ini bisa menyemangati masyarakat menjelang kemerdekaan dan juga Asian Games maupun Asian Para Games yang sebentar lagi dihelat. Juga mengingatkan bahwa aset bangsa itu yang terpenting adalah persatuan, Jangan karena berbeda golongan, berbeda pilihan kita jadi terkoyak kerukunannya”.


 

Reporter : APP

Editor : Birny Birdieni

Aulia Putri Pandamsari
05-08-2018 10:11