Main Menu

Antropolog Sekaligus Aktifis Perempuan Indonesia Prof Tapi Omas Ihromi Wafat

Hendry Roris P. Sianturi
05-08-2018 18:07

Prof Tapi Omas Ihromi boru Simatupang.(Ist/re1)

Jakarta, Gatra.com- Indonesia berduka karena telah kehilangan antropolog senior, Prof Dr Tapi Omas Ihromi boru Simatupang. Adik kandung Jendral TB Simatupang ini meninggal hari ini, 5 Agustus 2018 pada pukul 11.20 WIB di Rumah Sakit Siloam, Kebon Jeruk Jakarta.

 

Rencananya, Prof Omas akan dimakamkan pada hari selasa tanggal 7 Agustus 2018 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon, Jakarta. Berdasarkan infomasi dari keluarga besar, Prof Omas masih berada di rumah sakit. "Nanti malam pulang," ujar salah satu anggota keluarga.

Sejak pensiun dari dunia akademisi, Prof Omas tinggal di Jalan Putri Tunggal No.18, kampung Pedurenan, Cimanggis, Depok. Selama masa hidupnya, Prof Omas banyak terlibat di bidang antropologi khususya kajian-kajian mengenai perempuan. Karena keahliannya, para akademisi menyebut Prof Omas sebagai 'The Mother of Indonesian Feminist Studies.

Kiprah Guru Besar Universitas Indonesia ini dilanjutkan pada tahun 1979, dengan gagasan untuk mewujudkan Kelompok Studi Wanita di FISIP UI. Prof Omas pencetus, sekaligus pengajar mata kuliah ”Wanita dan Pembangunan” di FISIP UI. Pada tahun 1990, Prof Omas bersama teman-temannya mendirikan Program Studi Kajian Wanita di tingkat magister UI. Prof Omas juga terlibat dalam pendirian Fakultas ISIP Universitas Indonesia.

Prof Omas meninggalkan dua orang anak perempuan, yaitu Nia Kurniati dan Ade Satiawati. Dari kedua borunya ini, Prof Omas mendapatkan empat orang cucu, yakni Astrid Saraswati, Kristi Helena Ratnaningsih, Manendra Muhtar, dan Saut Benyamin.

Perempuan kelahiran Pemantangsiantar, 02 April 1930 ini dikenal sosok yang sederhana. Meskipun memiliki saudara kandung TB Simatupang, si boru bungsu ini tidak pernah sombong. "Padahal saudaranya jendral," kata seorang dosen senior Universitas Indonesia. Selamat jalan Si Boru Tupang


.

Reporter : Hendry Roris Sianturi

Editor : Birny Birdieni

Hendry Roris P. Sianturi
05-08-2018 18:07