Main Menu

BMKG : Gempa Lombok 7 SR Merupakan Gempa Utama

Birny Birdieni
05-08-2018 21:49

Ilustrasi.(Shutterstock/re1)

Jakarta, Gatra.com- Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mencabut potensi tsunami pada gempa yang melanda Lombok, Nusa Tenggara Barat dan sekitarnya. Menurutnya, gempa tersebut merupakan gempa utama dari serangkaian gempa sebelumnya yang terjadi pada Minggu (29/7) lalu.

 

"Mengingat pusat gempa di lereng Gunung Rinjani sama dengan gempa 29 Juli lalu, BMKG menyatakan gempa ini merupakan gempa bumi utama dari rangkaian yang terjadi sebelumnya. Jadi sebelumnya gempa-gempa pendahuluan," ungkap Dwikorita dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (5/8).

Dwikorita menegaskan bahwa BMKG perlu memberikan himbauan dengan skenario buruk tsunami. "Kami beri informasi dini dengan waspada paling rendah," ia menambahkan.

Lalu kenapa pusat gempa di darat bisa menimbulkan tsunami, menurut Dwikorita ini terjadi karena pusat gempa itu bukan berupa titik. Namun karena bidang patahan atau zona alami dengan robekan memanjang hingga masuk didasar bawah laut.

"Kami tetap perlu berikan peringatan tsunami ," kata Dwikorita kembali menegaskan. Ia menjelaskan bahwa hasil pemodelan yang dilakukan BMKG, gempa yang baru terjadi berpotensi tsunami dengan level waspada paling rendah, yakni maksimum 50 cm.

Hasil observasi berdasarkan muka air laut di pantai, lanjut Dwikorita, tsunami terdeteksi di desa Carik pesisir Lombok Utara dengan ketinggian 13,5cm dari rata-rata muka air laut pada jam 18.48 Wita.

Demikian juga deteksi kenaikan air laut terjadi di desa Badas, Sumba Utara dengan ketinggian 10 cm pada pukul 18.54 Wita. Lalu terjadi tsunami di desa Lembar, pantai Lombok barat daya denhan ketinggian 9cm pukul 19.27 Wita.

Kemudian tercatat di Benoa Bali dengan ketinggian 2cm pada pukul 19.58 Wita. Menurut Dwikorita meski tsunami kurang dari setengah meter namun kemungkinan tsunami bergantung pada topografi pantai.


 

Editor : Birny Birdieni 

Birny Birdieni
05-08-2018 21:49