Main Menu

Karena Pertanyaan Ini Lima Kader Muhammadiyah Dapat Sepeda dari Jokowi

Hendry Roris P. Sianturi
06-08-2018 17:30

Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Mensesneg Pratikno (kanan) dan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir (kiri) menghadiri penutupan Muktamar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Istana Negara, Jakarta, Senin (6/8). ( ANTARA/Wahyu Putro A/RT)

Jakarta, Gatra.com - Presiden RI Joko Widodo menerima 250 kader lebih Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Istana Negara, (06/08).

Dalam pertemuan tersebut, Jokowi membagikan lima sepeda gunung kepada lima kader IMM. Dua di antaranya diberikan kepada Ketua Umum dan Mantan Ketua Umum IMM.

Tiga sepeda lagi diberikan karena mengajukan pertanyaan kepada Jokowi. "Itu (sepeda) kejutan di ujung (pertemuan)," Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, ketika ditemui di Komplek Istana Negara, (06/08).

Adapun tiga pertanyaan yang diajukan kader-kader IMM, pertama mengenai isu tenaga kerja asing di Morowali, Sulawesi Tengah.

"Dan Pak Presiden menjawab bahwa awalnya memang tenaga kerja asing itu tidak terhindarkan. Tetapi dari sekitar 10 ribu menjadi 2.100. Artinya kebijakan pemerintah itu mencoba melakukan nasionalisasi," kata Haedar.

Pertanyaan kedua yang diajukan ke Jokowi mengenai proses divestasi PT Freeport Indonesia. Jokowi pun menjawab bahwa pemerintah akan terus berupaya untuk merebut saham 51% di Freeport.

"Itu juga dijawab. Bahwa renegosiasi itu sudah berlangsung selama tiga tahun, dan pemerintah berusaha sedapat mungkin menguasai sampai ke 51%. Tetapi bersamaan itu perlu penguasaan teknologi, sumber daya manusia, dan juga pasar. Dan perlu partnership dengan yang lain," ujar Haedar.

Pertanyaan ketiga, sambung Haedar, mengenai strategi Jokowi menjadi Presiden. Pasalnya, Jokowi bukanlah dari pimpinan Partai Politik.

"Terus beliau menjawab, itu hanya mengalir saja. Saya bukan seorang elit, saya orang biasa tetapi, saya tidak ingin menyerah terhadap keadaan dan tantangan. Kalau orang belajar 8 jam maka beliau akan belajar lebih dari 8 jam," kata Haedar menirukan ucapan Jokowi.


Reporter : Hendry Roris Sianturi
Editor : Mukhlison 

Hendry Roris P. Sianturi
06-08-2018 17:30