Main Menu

ITS Kirim Tim Identifikasi Rumah Korban Gempa Lombok

Mukhlison Sri Widodo
06-08-2018 20:47

Ketua Laboratorium Beton Teknik Sipil ITS, Prof Priyo Suprobo.(GATRA/Abdul Hady JM/re1)

Surabaya, Gatra.com - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya akan mengirimkan Tim Gabungan ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) guna membantu masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi berkekuatan 7.0 skala richter yang terjadi pada Minggu (5/8) kemarin.

 

Tim gabungan dari Departemen Teknik Sipil ini nantinya akan mengidentifikasi rumah warga setempat untuk dilakukan renovasi kembali.

Ketua Laboratorium Beton Teknik Sipil ITS, Prof Priyo Suprobo mengatakan, Tim Gabungan yang akan dikirimkan tersebut adalah bagian dari Pusat Studi Kebumian Bencana dan Perubahan Iklim (PSKBPI) ITS.

Rencananya, dari 10 orang yang berada di PSKBPI ITS akan ada empat orang yang akan terjun langsung ke lapangan. 

Terdiri dari Ir Faimun MSc PhD, Dr Wahyuniarsih, Dr Endah Wahyuni dan Chandra Irawan ST MT. 

Menurut Suprobo, Tim Gabungan ITS ini nanti bertugas membantu masyarakat setempat untuk mengevaluasi rumah-rumah mereka. 

Akan dipetakan mana rumah yang masih layak huni, rumah yang harus diperkuat dan mana rumah yang berbahaya atau sudah tidak boleh ditempati.

“Di sana nantinya kami akan menggandeng tim dari Unram (Universitas Mataram) sebagai partner kami dalam membantu masyarakat setempat,” ujarnya di Laboratorium Beton ITS Surabaya, Senin (6/8).

Mantan Rektor ITS ini menambahkan, selain membantu masyarakat setempat dalam mengevaluasi rumah-rumah mereka, kunjungan tim gabungan ITS juga bertujuan membagi pengalaman, pengetahuan dan menyosialisasikan kepada masyarakat bagaimana tentang membangun rumah dengan struktur tahan gempa.

Tim gabungan dari Departemen Teknik Sipil ITS nantinya juga akan memberikan software yang bernama Rapid Visual Screening ITS (R.V. SITS) kepada tim dari Unram. 

“Software ini berfungsi untuk mitigasi bangunan tahan gempa, yang bisa mengetahui sebuah konstruksi lemah terhadap gempa atau tidak,” tuturnya.

Sementara itu, Faimun selaku Ketua Tim Gabungan tersebut berharap, nantinya alat tersebut akan bermanfaat bagi masyarakat di sana melalui Unram sebagai perwakilan atas hibah software tersebut.

“Karena software ini harus dijalankan oleh ahli, jadi tidak bisa masyarakat langsung yang mengoperasikannya,” tandasnya.

Tim Gabungan ITS ini rencananya akan diberangkatkan secepatnya pada Rabu (8/8) besok, karena saat ini pihak ITS masih menunggu konfirmasi pasti dari pihak Unram untuk mendampingi. 

“Pihak Unram saat ini masih berfokus dengan keluarga mereka masing-masing di sana, kita (tim ITS) akan terjun selama tiga hingga empat hari di sana,” ujarnya.


Reporter : Abdul Hady JM
Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
06-08-2018 20:47