Main Menu

Rumah Caleg Kapitra Ampera Dilempari Bom

Andhika Dinata
07-08-2018 09:09

Suasana di depan rumah Kapitra Ampera di Tebet Dalam Timur VIII, Jakarta.(ANTARA/Ricky Prayoga/re1)

Jakarta, Gatra.com - Rumah kediaman mantan anggota Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Kapitra Ampera di Jalan Tebet Timur Dalam VII No.16, Jakarta Selatan, dilempari bom molotov pada Senin malam (6/8). Bom tersebut dilempar ke dalam garasi pagar. Kejadian berlangsung pukul 19.20 WIB. Pada saat kejadian, Kapitra sedang bersantai di dalam rumah. Ia terkaget mendengar bunyi ledakan keras di garasi mobilnya.

“Iya kejadian malam hari ada yang lempar [bom molotov],” ucap Kapitra ketika dikonfirmasi Gatra.com. Diduga ada dua bom molotov yang dilempar pelaku ke arah garasi. Salahsatunya masih dalam keadaan utuh. 

Menurut keterangan Kapitra, para pelaku diduga menggunakan sepeda motor dalam melakukan penyerangan ini. Pelaku yang diduga terlibat berjumlah sekitar 4 orang. Hal tersebut terlihat dari rekaman CCTV yang dipasangnya di garasi rumah. “CCTV di rumah jadi alat bukti,” katanya. Dari dalam rekaman CCTV tersebut belum diketahui secara jelas siapa pelaku penyerangan lantaran para pelaku menggunakan helm saat beraksi.

Kejadian ini terang pria yang berprofesi hari-hari sebagai advokat itu sebagai bentuk teror personal. “Iya ini teror orang yang ingin membakar rumah dan menakuti keluarga saya. Tapi bagi saya ini hiburan,” ujarnya.

Mantan Kuasa Hukum Habib Rizieq Shihab itu juga sudah melaporkan kejadian tersebut langsung kepada Kapolres Jakarta Selatan untuk dilakukan olah TKP dan analisa kejadian. “Saya sudah lapor. Kemarin sudah saya ambil foto dan cek CCTV,” kata Kapitra yang kini menjadi caleg PDIP Dapil 2 Riau itu.

Kasus teror bom kembali muncul pada saat suhu politik yang kian memanas. Sebelumnya teror bom molotov juga dialami politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera. Dua kasus tersebut menambah daftar aksi teror yang terjadi pada politikus beberapa bulan belakangan ini.


Reporter: Andhika Dinata
Editor: Iwan Sutiawan

Andhika Dinata
07-08-2018 09:09