Main Menu

Ngabalin Sebut Koalisi Tutup Pintu untuk PAN

Hendry Roris P. Sianturi
07-08-2018 19:12

Ali Mochtar Ngabalin (Dok. Gatra/Abdul Malik MSN/yus4)

Artikel Terkait

Jakarta, Gatra.com - Sikap Partai Amanat Nasional (PAN) masih gamang dalam mendukung koalisi petahana Joko Widodo atau keluar dari koalisi. Karena tak kunjung menentukan sikap, maka Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin gerah.


Politikus Partai Golkar ini meminta PAN lebih baik tidak bergabung ke dalam koalisi Jokowi, jika masih ragu-ragu. “Jadi udah deh, kalau mau gabung, yah gabung. Kalau nggak mau, yah nggak usah. Tapi sebaiknya nggak usah deh. Tutup pintu cukup. Oke. Kita nggak ada masalah,” ujarnya di komplek Istana Negara, Selasa (7/8).

Ngabalin menilai, jika PAN bergabung ke dalam koalisi Jokowi maka tidak bermanfaat untuk memenangkan Jokowi dua periode. Pasalnya, Ngabalin memprediksi, dukungan PAN untuk memenangkan Jokowi terpecah dan tidak optimal.

“Karena belum tentu Anda datang itu memberikan dukungan dari semua dukungan partai PAN. Bahkan mungkin orang-orang yang selama ini mendukung Pak Joko Widodo berhenti tidak mendukung Pak Jokowi,” katanya.

Apalagi, sambungnya, intervensi Amien Rais cs di PAN masih mendominasi. “Dari awal kan kayak Pak Amien Rais ngomongnya kayak comberan. Hari-hari ngomong nggak ada baiknya Jokowi. Nggak ada baiknya pemerintah,” ujarnya.

Padahal, selama pemerintah Jokowi, PAN telah merapat ke koalisi pemerintah. Hal ini ditunjukan dari susunan kabinet Jokowi yang menempatkan kader PAN, Asman Abnur sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengatakan PAN akan menentukan sikap dan arah koalisi pada rapat kerja nasional (Rakernas) pada 9 Agustus 2018 mendatang. "Ini yang harus diputuskan dalam Rakernas nanti (arah koalisi). Jangan sampai nanti kita putuskan tapi begitu waktunya beda,” ujar ketua MPR RI ini.


Reporter: Hendry Roris Sianturi
Editor: Arief Prasetyo

Hendry Roris P. Sianturi
07-08-2018 19:12