Main Menu

Pengelola Kawasan Klaim Gaji Buruh China dan Pekerja Lokal di Morowali Sama

Hendry Roris P. Sianturi
07-08-2018 19:53

PT. Indonesia morowali industrial park (morowalinews.com/yus4)

Artikel Terkait

Jakarta, Gatra.com - CEO PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) Alexander Barus mengatakan, gaji Tenaga Kerja Asing (TKA) dari Tiongkok maupun tenaga kerja lokal sama. Alexander mengklaim, tidak ada perlakuan khusus dan pembedaan bagi TKA yang bekerja di kawasan IMIP.


“Kami menggunakan tabel gaji yang sama. Tidak ada perlakuan yang berbeda. Makanan yang diberikan pun standarnya sama, senilai Rp 18 ribu per porsi,” kata Barus dalam konferensi video dengan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menaker Hanif Dhakiri, Kepala BKPM Thomas Lembong, Kementerian Perhubungan, dan Kemenko Maritim dan ESDM, di Gedung Bina Graha, Selasa (7/8).

Alexander menargetkan, dalam tiga hingga empat tahun ke depan, jumlah TKA di Morowali tinggal 5 persen dari total pekerja. Saat ini, IMIP mencatat jumlah pekerja Tiongkok sebanyak 3.121 orang, dari total 28.568 orang yang bekerja di Kawasan Industri Morowali.

“Karena itulah, kami membangun politeknik, agar tenaga kerja lokal bisa menggantikan TKA, terutama di level manajemen,” jelasnya.

Menurut Alexander, pada dasarnya para TKA itu juga tak betah berlama-lama di Morowali. Alexander mengatakan, bahkan TKA tersebut ingin segera kembali ke negaranya setelah kontrak kerja selesai. “Mereka tak nyaman keluar lingkungan, karena juga terkendala bahasa. Hiburan seperti mal atau karaoke juga tak ada. Karena itu mereka itu sebenarnya inginnya cepat pulang,” katanya.

Agar proses peralihan keahlian antara TKA dan pekerja lokal bisa cepat terjadi, maka dilakukan dengan sistem pendampingan. “Satu TKA tandem dengan satu tenaga lokal,” ungkapnya.

Menurut Alexander, proses pendampingan membutuhkan biaya lebih besar. Meski demikan, IMIP tetap melakukannya agar alih teknologi dan ilmu pengolahan logam ini dapat segera terjadi. Dampaknya, operasi pengolahan logam di Morowali dapat dijalankan oleh tenaga-tenaga kerja lokal.

Saat ini ada sebanyak 16 perusahaan di kawasan IMIP. Mereka terdiri dari perusahaan-perusahaan hilirisasi Nickel Pig Iron (NPI) atau feronikel hingga perusahaan yang bergerak dalam bidang pengelolaan pelabuhan hingga jasa keamanan.

IMIP berkomitmen untuk mengurangi jumlah TKA di kawasannya. Perusahaan meyakini jauh lebih efisien menggunakan TKI dibanding TKA. "Jadi kami tidak perlu bayar tunjangan kejauhan, kemudian kita juga tidak harus menyediakan fasilitas yang orang asing butuhkan," katanya.

Alexander mengungkapkan, dalam waktu dekat IMIP memerlukan pasokan tenaga kerja lokal lebih banyak lagi. Salah satu cara menjaring pekerja dengan melakukan road show keliling ke tiga kampus di Sulawesi dan tiga kampus di Pulau Jawa. "Saya perkirakan sampai akhir tahun tenaga kerja kami bisa mencapai 30 ribu orang," tuturnya.

Sampai saat ini, IMIP masih membuka perekrutan karyawan. Bahkan setiap harinya ada sekitar 500 orang yang melakukan interview. Jumlah itu belum termasuk tenaga kerja yang tidak langsung digaji oleh IMIP tetapi bekerja di sektor pendukung seperti kontraktor, supplier, penyedia jasa, dan sebagainya, yang jumlahnya mencapai kurang lebih 53 ribu orang.


Reporter: Hendry Roris Sianturi
Editor: Arief Prasetyo

Hendry Roris P. Sianturi
07-08-2018 19:53