Main Menu

Aktivis Lingkungan Ini Nilai Peningkatan Produksi CPO Bisa Memicu Deforestasi

Hendry Roris P. Sianturi
07-08-2018 20:52

Perkebunan kelapa sawit (Dok. Gatra/yus4)

Jakarta, Gatra.com - Pemerintah Joko Widodo mengisyaratkan Crude Palm Oil (CPO) jadi komoditas penting negara. Pasalnya, janji moratorium izin perkebunan sawit tak kunjung diteken sejak diwacanakan bulan April 2016.

 

Belum lagi, lobi keras pemerintah agar CPO Indonesia bisa diterima di pasar Uni Eropa. Teranyar, Jokowi menginstruksikan agar mempercepat penerapan mandatori kandungan biodiesel 30% (B30).

Berdasarkan data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) terus meningkat. Tahun 2017, produksi CPO Indonesia mencapai 38,17 juta ton. Angka tersebut naik dibandingkan tahun 2016, sebesar 35,57 juta ton.

Menurut Direktur Program Hutan dan Perubahan Iklim Yayasan Madani Berkelanjutan, Anggalia Putri Permatasari, tren peningkatan produksi CPO akan diikuti dengan peningkatan luas lahan sawit.

“Sebenarnya, peningkatkan permintaan akan meningkatkan lahan. Karena Indonesia sekarang produktifitasnya, belum terbukti bisa digenjot,” katanya kepada GATRA di Jakarta Pusat, (07/08).

Berdasarkan data statistik perkebunan Indonesia Komoditas Kelapa Sawit yang dikeluarkan Kementerian Pertanian, sejak tahun 1970, lahan sawit terus meningkat dari tahun ke tahun.

Anggalia mengatakan dari tahun 2000 sampai 2015, sekitar 55% deforestasi akibat konsensi hutan. “Ada sawit, ada HTI (Hutan Tanaman Industri),” katanya.

Menurut Anggalia, ada juga cara pengalihan hutan menjadi lahan sawit secara tidak langsung. “Memang tidak semua lahan sawit dari hutan perawan. Tapi pertama-tama dikasih izin logging. Setelah itu, lama-lama open acess. Lalu dikasih HTI,” ujarnya.

Terkait dengan kebijakan Presiden Jokowi yang fokus terhadap komoditas CPO untuk biodiesel, Anggalia menyambut positif. Anggalia mendukung kebijakan peningkatan kadar CPO pada Biodiesel ini. Hanya saja, Anggalia tidak menginginkan adanya praktik deforestasi untuk meningkatkan lahan sawit.

“Kita sama-sama concern, untuk devisa dan ekspor. Bukan sawitnya yang dilarang, tapi sawit dari hutan. Jadi sebenarnya kami mendukung Jokowi yang mau menghentikan konsesi skala besar, karena sekarang sudah cukup. Tapi genjot di hilir dan produksi,” katanya.


Reporter : Hendry Roris Sianturi
Editor : Mukhlison

Hendry Roris P. Sianturi
07-08-2018 20:52