Main Menu

Ini Data Baru Kewilayahan Laut Indonesia

Hendry Roris P. Sianturi
10-08-2018 15:53

Luhut Binsar Pandjaitan memberikan sambutan pada peluncuran rujukan nasional data kewilayahan Indonesia di Gedung Arsip Nasional, Jakarta.(Dok. Kemenkomaritim/re1)

Artikel Terkait

Jakarta, Gatra.com - Kementerian Koordinator Kemaritiman merilis data baru kewilayahan laut Indonesia. Angka rujukan yang dikerjakan sejak tahun 2015 oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Pusat Hidrografi dan Oseanografi (Pushidros) TNI AL telah melalui sebuah kajian teknis. Metodenya dengan menggunakan best available data dan dengan metode teknis mutakhir.


Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meyakini masih banyak masyarakat belum menyadari pentingnya peta kelautan bagi Indonesia. Pasalnya, selama ini pemerintah belum memiliki data lengkap pemetaan laut.

Luhut mencontohkan peristiwa kerusakan terumbu karang Raja Ampat. “Mereka menyalahkan kita, tapi sekarang dengan diluncurkannya, kita telah memiliki data yang lengkap, data itu menjadi suatu power yang penting," ujar Menko Luhut pada sambutannya peluncuran rujukan nasional data kewilayahan Indonesia di Gedung Arsip Nasional, Jakarta, Jumat (10/8).

Menurut Luhut, banyak potensi laut Indonesia yang bisa dimanfaatkan dengan bantuan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. "Saya mendorong pemetaan yang detail mengenai pulau, bekerjasama dengan ATR (Kementerian Agraria dan Tata Ruang) untuk memetakan pulau-pulau kita yang terluar,” katanya.

Luhut mengungkapkan, laut Indonesia menyimpan berbagai potensi sumber daya alam. Negara-negara luar bahkan sudah menawarkan kerjasama untuk mengelola SDA Indonesia. Agar memiliki posisi tawar, pemerintah akan memetakan kekayaan laut dalam negeri.

“Ada negara Eropa yang mengajak kita kerjasama untuk mengelola sea bed mining, Ada perusahaan Jepang yang ingin bekerjasama untuk drilling di Natuna, tapi mereka minta jaminan keamanan. Saya katakan ke mereka ini ZEE kita dan kita juga harus memperkuat aparat penegak hukum kita di laut," ujarnya.

Luhut juga mewacanakan akan meningkatkan status Badan Informasi Geospasial dan Pushidros TNI AL, menjadi setingkat kementerian. Tujuannya, untuk mempermudah tugas pokok dan fungsi, menyediakan data-data yang akurat dan dapat dipertanggung jawabkan di bidang informasi geospasial kelautan.

“Karena luasnya wilayah negara ini dengan ribuan pulaunya. Kita ini negara besar, makanya harus diimbangi dengan kemampuan tadi yaitu mengenai data kita. Jadi kalau tanpa data bagaimana kita mau bicara mengenai kehebatan bangsa kita," pungkasnya.

Berikut Data Baru Kewilayahan Laut Indonesia:
1. Luas perairan pedalaman dan perairan kepulauan Indonesia adalah 3.110.000 km2;
2. Luas laut teritorial Indonesia adalah 290.000 km2;
3. Luas zona tambahan Indonesia adalah 270.000 km2;
4. Luas zona ekonomi eksklusif Indonesia adalah 3.000.000 km2;
5. Luas landas kontinen Indonesia adalah 2.800.000 km2;
6. Luas total perairan Indonesia adalah 6.400.000 km2;
7. Luas NKRI (darat + perairan) adalah 8.300.000 km2;
8. Panjang garis pantai Indonesia adalah 108.000 km;
9. Jumlah pulau di Indonesia kurang lebih 17.504, dan yang sudah dibakukan dan disubmisi ke PBB adalah sejumlah 16.056 pulau


Reporter: Hendry Roris Sianturi
Editor: Arief Prasetyo

Hendry Roris P. Sianturi
10-08-2018 15:53