Main Menu

Adu Taktik Drama Politik Capres

Sandika Prihatnala
11-08-2018 12:27

Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo (kiri) dan Ma'ruf Amin (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/yus4)

Jakarta, Gatra.com - Drama politik menyelimuti detik-detik pengumuman capres dan cawapres pada kamis malam lalu (9/8). Akhirnya sang petahana Joko Widodo memantapkan pilihan bersanding dengan Kyai H. Ma'aruf Amin. Sedangkan pada kubu penantang, Prabowo Subianto meminang Sandiaga Salahudin Uno. Adu gagasan dan taktik pun dinanti.

 

Pada diskusi Perspektif Indonesia, di Gado-Gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat (11/8). Sudirman Said, Tim Prabowo-Sandi mengatakan dipilihnya Sandiaga Uno menjadi pilihan terbaik. Pasalnya mantan Gubernur DKI Jakarta ini memiliki track record yang baik. Pasangan Prabowo-Sandi menurutnya dapat menjawab kebutuhan dan tantangan Indonesia kedepan.

"3 masalah utama yang harus diselesaikan yakni, penegakkan hukum, keadilan sosial dan ekonomi," paparnya.

Sementara menurut Taufiqulhadi, Tim Jokowi-Kyai Ma'aruf Amin menuturkan masalah agama dan ekonomi tidak kalah penting untuk diselesaikan. Hadirnya Kyai H. Ma'aruf Amin sebagai pendamping Joko Widodo dapat menjadi penengah dan dapat diterima diberbagai kalangan umat.

"Beberapa isu yang sempat kita dengar tentang PKI. Bahkan ada yang menyatakan Pak Jokowi itu PKI. Selain itu yang lebih menyakitkan lagi PKI jenazahnya tidak boleh disolatkan," kata Taufiqulhadi.

Secara personal branding, tiap pasangan memiliki brand image-nya sendiri. Prabowo-Sandi disinyalir dapat mendulang banyak suara dilapisan milenial. Untuk pasangan Jokowi dan Kyai Ma'aruf Amin dapat merebut suara dari kalangan santri dan ulama.

"Secara sadar kedua pasangan ini sudah mengetahui kelebihan dan kelemahan. Mereka pun mencari pasangan yang benar-benar sesuai dengan kondisi. Tak menutup kemungkinan dengan stretegi yang dilakukan ini untuk memenangkan kontestasi Pilpres nanti yang akan semakin seru," ujar Ray Rangkuti, Ketua Lima Indonesia. 


Reporter : RAS

Editor : Sandika Prihatnala

Sandika Prihatnala
11-08-2018 12:27